• Mon, Oct 2026

3.000 Lebih Agen Perlinsos Bantu Warga Batam Daftar Bansos

3.000 Lebih Agen Perlinsos Bantu Warga Batam Daftar Bansos

Kegiatan sosialisasi Perlinsos kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Dinsos PM Batam, Kepri. (Foto : ANTARA/HO-Dinsos PM Batam)


BATAM : SERANTAU MEDIA – Lebih dari 3.000 agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) disiapkan di Kota Batam, Kepulauan Riau, untuk membantu masyarakat mendaftarkan diri dalam pendataan calon penerima bantuan sosial.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Batam Zulkifli Aman mengatakan pendataan Perlinsos masih berlangsung dan sejauh ini telah mencakup sekitar 110 ribu dari 508 ribu kartu keluarga (KK) di Batam atau sekitar 22 persen.

“Sekarang sudah posisi sekitar 22 persen dari seluruh jumlah KK yang terdaftar di Batam. Sekitar 110 ribu dari 508 ribu KK,” kata Zulkifli di Batam, Minggu.

Pemerintah juga memperpanjang pelaksanaan tahap percontohan atau pilot project Perlinsos di Batam hingga Desember 2026. Sebelumnya, program tersebut dijadwalkan berakhir pada Agustus.

Pada tahap awal ini, pendataan difokuskan untuk dua program bantuan, yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan ditargetkan mulai disalurkan pada semester I 2027 kepada masyarakat yang dinyatakan memenuhi syarat berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi melalui aplikasi Perlinsos.

Untuk mempercepat pendataan, Dinsos PM Batam membuka Gerakan Peduli Tetangga dengan melibatkan masyarakat sebagai agen Perlinsos. Agen dapat membantu tetangganya mengecek status pendaftaran sekaligus melakukan pendaftaran melalui portal Perlinsos jika belum terdata.

“Sekarang bebas siapa saja bisa menjadi agen. Dia cukup mendaftarkan dirinya ke portal agen Perlinsos dan bisa membantu mendaftarkan tetangganya,” ujar Zulkifli.

Menurut dia, jumlah agen yang telah terdaftar kini mencapai lebih dari 3.000 orang. Keberadaan agen sekaligus diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme pendataan bantuan sosial.

Zulkifli mengatakan masih ada warga yang enggan mendaftar karena khawatir pendaftaran justru membuat mereka kehilangan bantuan yang selama ini diterima.

“Makanya ada peran agen ini untuk mendampingi dan memberi edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Dalam sistem Perlinsos, status kelayakan warga akan terlihat berdasarkan hasil pendataan, termasuk kategori layak atau tidak layak. Namun, status tersebut masih dapat berubah setelah adanya sanggahan atau perubahan kondisi keluarga.

Di Kecamatan Sagulung, misalnya, sekitar 19.800 warga telah terdaftar dalam Perlinsos. Dari jumlah tersebut, sekitar 19 ribu mengajukan BPNT. Sekitar 4 ribu dinilai berpotensi menerima bantuan, sedangkan sekitar 14 ribu masuk kategori tidak layak.

Zulkifli menjelaskan angka penerima bantuan masih dapat berubah ketika penyaluran dimulai. Warga yang dinilai tidak layak dapat mengajukan sanggahan apabila menemukan kekeliruan data. Sebaliknya, perubahan kondisi keluarga juga dapat memengaruhi status kelayakan.

“Kalau angkanya naik, kenaikan itu bisa saja akibat sanggahan atau memang potensi baru yang muncul,” ujarnya.(ant/red)