• Mon, Oct 2026

Bulog Kirim 400 Ton Beras ke Sedanau Natuna untuk Jaga Pasokan dan Harga

Bulog Kirim 400 Ton Beras ke Sedanau Natuna untuk Jaga Pasokan dan Harga

Warga berbelanja beras SPHP melalui operasi pasar murah digelar Bulog Cabang Tanjungpinang. (Foto ; Ant)


TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang mendistribusikan 400 ton beras ke Pulau Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), untuk memperkuat cadangan pangan dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayah kepulauan terluar.

Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan pasokan beras agar masyarakat di wilayah terluar tetap mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.

“Langkah pendistribusian ini bagian dari upaya penguatan cadangan beras pemerintah (CBP) sekaligus menjaga keterjangkauan dan ketersediaan pasokan pangan di wilayah terluar Kepri,” kata Arief di Tanjungpinang, Sabtu (17/10/2026).

Ia menjelaskan, beras tersebut dikirim menggunakan Kapal Layar Motor (KLM) Kampar Indah 01 melalui Dermaga Pelabuhan Batu 6, Kota Tanjungpinang.

Sebelum dikirim, beras telah dilengkapi dokumen manifest pengangkutan dan melalui pemeriksaan kualitas serta kelaikan. Pengiriman itu juga dilengkapi sertifikat sanitasi dan dokumen karantina dari Balai Karantina Kepri.

Menurut Arief, distribusi 400 ton beras tersebut ditujukan untuk memperkuat ketersediaan pangan masyarakat di Pulau Sedanau dan sekitarnya, terutama dalam menghadapi potensi perubahan cuaca yang dapat mengganggu distribusi bahan pokok.

Beras yang diangkut menggunakan jalur laut itu dikemas dalam karung standar antargudang (plain sack). Setibanya di lokasi tujuan, beras akan dikemas ulang sesuai kebutuhan penyaluran, termasuk untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun bantuan pangan.

Arief menegaskan Bulog akan terus melakukan distribusi secara berkala untuk menjaga pemerataan pasokan dan keterjangkauan harga, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Melalui pendistribusian secara berkala, Bulog berkomitmen mengawal pemerataan pasokan pangan kepada masyarakat dengan harga relatif terjangkau, khususnya di wilayah 3T,” ujarnya.(rri/red)