• Tue, Oct 2026

Dugaan Korupsi Air Mancur Tasek Gemilang Bintan Naik ke Penyidikan

Dugaan Korupsi Air Mancur Tasek Gemilang Bintan Naik ke Penyidikan

Kondisi air mancur di Taman Kolam Kijang, Kabupaten Bintan, Kepri, setelah tidak beroperasi lagi sejak 2020. (Foto :ANTARA)


TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) menaikkan status perkara dugaan korupsi pembangunan air mancur Tasek Gemilang di Kabupaten Bintan dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Proyek yang dibangun menggunakan APBD Kabupaten Bintan Tahun Anggaran 2018 tersebut memiliki nilai kontrak Rp11,913 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kepri Senopati mengatakan peningkatan status perkara dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print-1670/L.10/Fd.1/09/2026 tertanggal 10 September 2026.

"Dalam penanganan perkara ini ditemukan dugaan perbuatan melawan hukum dan fakta-fakta yang menjadi bagian dari materi penyidikan," kata Senopati di Tanjungpinang, Senin.

Namun, ia belum membeberkan secara rinci dugaan pelanggaran hukum yang ditemukan penyidik. Menurutnya, seluruh temuan tersebut masih dalam proses penyidikan.

Dalam tahap penyidikan, tim telah memeriksa 20 saksi dan dua orang ahli. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti dan membuat terang dugaan tindak pidana.

"Selanjutnya, penyidik akan melakukan serangkaian tindakan untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti guna membuat terang tindak pidana serta menemukan tersangka," ujarnya.

Senopati menegaskan Kejati Kepri akan menyampaikan perkembangan penanganan perkara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia juga memastikan proses hukum tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan prinsip kehati-hatian.

Air mancur Tasek Gemilang dibangun Pemkab Bintan di Taman Kolam Kijang menggunakan APBD murni 2018 dengan nilai kontrak Rp11,913 miliar.

Fasilitas tersebut sempat menjadi salah satu daya tarik wisata bagi masyarakat Bintan maupun luar daerah. Namun, air mancur itu tidak lagi beroperasi sejak 2020 dan kini dalam kondisi terbengkalai.(ant/red)