• Thu, Sep 2026

Harga BBM Tanpa Subsidi di Malaysia Naik Lagi, Tembus RM5 per Liter

Harga BBM Tanpa Subsidi di Malaysia Naik Lagi, Tembus RM5 per Liter

Foto ilustrasi Gemini AI


KUALA LUMPUR : SERANTAU MEDIA — Harga bahan bakar minyak (BBM) tanpa subsidi di Malaysia kembali naik mulai Kamis (17/9/2026). Kenaikan ini menjadi yang keempat dalam lima minggu terakhir seiring meningkatnya harga minyak dunia akibat ketegangan di Timur Tengah.

Kementerian Keuangan Malaysia menetapkan harga eceran RON95, RON97, dan diesel tanpa subsidi masing-masing naik 35 sen Malaysia per liter untuk periode 17–23 September 2026.

Dengan penyesuaian tersebut, harga RON95 tanpa subsidi menjadi RM4,37 per liter, RON97 RM4,85 per liter, dan diesel RM5,27 per liter.

Kenaikan kali ini lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Untuk 10–16 September 2026, harga BBM tanpa subsidi naik 25 sen Malaysia per liter.

Kementerian Keuangan Malaysia mengatakan kenaikan harga dipengaruhi peningkatan harga minyak mentah Brent berjangka yang kembali menembus US$100 per barel dan mendekati US$110 per barel selama periode perhitungan.

Malaysia menggunakan Automatic Pricing Mechanism (APM) untuk menentukan harga BBM secara mingguan. Mekanisme yang diperkenalkan pada 1983 tersebut menyesuaikan harga BBM dengan perubahan harga minyak di pasar global.

Pemerintah Malaysia juga memperkirakan volatilitas harga minyak masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi tersebut dipengaruhi konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur transportasi minyak dan sejumlah infrastruktur penting.

Kementerian Keuangan Malaysia menyebut serangan pesawat nirawak sempat mengganggu operasi jaringan pipa Timur-Barat Arab Saudi yang menjadi salah satu jalur penting distribusi minyak.

Selain itu, serangan Iran terhadap kapal dan serangan Amerika Serikat terhadap kapal tanker Iran turut berdampak pada lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Gangguan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak global. Penundaan pembahasan mengenai keamanan jalur pelayaran oleh negara-negara Teluk Arab dan Iran juga menambah ketidakpastian di pasar minyak.

Di sisi lain, kapasitas penyulingan minyak di Rusia turut terganggu akibat konflik dengan Ukraina.

Kementerian Keuangan Malaysia menilai gangguan pasokan minyak mentah dan kapasitas penyulingan terus membatasi produksi produk minyak olahan. Kondisi tersebut berpotensi mempertahankan tekanan terhadap harga minyak dunia.

Pemerintah Malaysia memperkirakan ketegangan di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina masih dapat menyebabkan volatilitas harga minyak dalam periode mendatang.