TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA - Polres Kepulauan Anambas masih menyelidiki penyebab kematian seorang pria berinisial S (44) yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kecamatan Jemaja, Minggu (20/9/2026).
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk istri dan tetangga korban, serta menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian.
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Misbachul Munir mengatakan penyelidikan dilakukan secara profesional dan objektif dengan tetap memperhatikan kondisi keluarga korban.
"Kami mengedepankan penanganan yang profesional, objektif, dan humanis. Di tengah suasana duka, privasi keluarga harus tetap dihormati dan setiap informasi harus disampaikan secara bertanggung jawab," kata Misbachul saat dikonfirmasi dari Batam, Selasa (22/9).
Ia mengimbau masyarakat tidak menyebarluaskan identitas, foto, maupun informasi pribadi korban dan keluarganya secara berlebihan.
Menurut Misbachul, keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun. Jenazah korban juga telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, Kapolsek Jemaja Iptu Sutomo mengatakan berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, korban sempat terlibat perselisihan dengan istrinya sebelum ditemukan meninggal dunia.
Setelah perselisihan tersebut, istri korban meninggalkan rumah untuk menemui keluarganya. Tidak lama kemudian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah.
Keluarga kemudian meminta bantuan warga sebelum kejadian dilaporkan kepada kepolisian.
Personel Polsek Jemaja yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi dan membawa jenazah korban ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan medis.
Sutomo mengatakan pemeriksaan awal menemukan sejumlah tanda pada tubuh korban. Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan mencocokkannya dengan keterangan para saksi.
"Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur. Keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan medis menjadi bagian penting untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh," ujarnya.(ant/red)