• Sat, Jun 2026

Pemko Batam Mulai Bangun Jalan Lingkar Selatan, Jadi Jalur Alternatif Baru Kurangi Kemacetan

Pemko Batam Mulai Bangun Jalan Lingkar Selatan, Jadi Jalur Alternatif Baru Kurangi Kemacetan

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata


BATAM : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Kota Batam mulai merealisasikan pembangunan Jalan Lingkar Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas utama kota.

Jalan sepanjang 9,94 kilometer tersebut akan menghubungkan wilayah Sei Beduk hingga Nongsa. Pada tahun 2026, proyek diawali dengan pembangunan tahap pertama yang didanai melalui APBD Kota Batam sebesar Rp15 miliar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan Jalan Lingkar Selatan merupakan bagian dari pengembangan jaringan jalan lingkar Batam yang mencakup tiga koridor utama, yakni Jalan Lingkar Selatan, Jalan Lingkar Tengah, dan Jalan Lingkar Utara.

Menurutnya, nilai kebutuhan anggaran sebesar Rp130,78 miliar yang sempat beredar masih merupakan perkiraan awal dan belum menjadi angka final proyek secara keseluruhan.

“Perencanaan masih terus berjalan dan pelaksanaannya dilakukan bertahap sesuai kebutuhan serta kemampuan anggaran setiap tahun,” ujar Metra, Kamis (18/6).

Ia menjelaskan, dana Rp15 miliar yang dialokasikan tahun ini digunakan untuk membangun ruas awal sepanjang lebih dari dua kilometer. Secara keseluruhan, proyek Jalan Lingkar Selatan ditargetkan rampung pada 2029.

Selain Jalan Lingkar Selatan, pembangunan Jalan Lingkar Tengah dan Jalan Lingkar Utara juga direncanakan mulai dikerjakan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

Kurangi Beban Jalan Ahmad Yani

Pemko Batam menilai keberadaan Jalan Lingkar Selatan akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap Jalan Ahmad Yani yang selama ini menjadi koridor utama pergerakan kendaraan di Batam.

Dengan hadirnya jalur baru tersebut, kendaraan dari Batuaji, Sagulung, dan kawasan industri Muka Kuning menuju Kabil, Punggur, maupun Nongsa tidak lagi harus melintasi Batam Center dan kawasan Simpang Kepri Mall.

Pengendara nantinya dapat memanfaatkan jalur alternatif yang menghubungkan Muka Kuning, Jalan S. Parman, Sei Pancur, Bagan hingga Sei Beduk.

Metra mengatakan konsep jalan lingkar dirancang untuk menyebarkan arus kendaraan ke beberapa koridor sehingga kepadatan lalu lintas pada jam sibuk dapat berkurang.

“Dengan adanya pilihan jalur baru, distribusi kendaraan akan lebih merata dan diharapkan mampu mengurangi kemacetan, terutama pada pagi dan sore hari,” katanya.

Dukung Pertumbuhan Wilayah Selatan

Sebelum proyek dimulai, pemerintah telah melakukan kajian lalu lintas untuk mengukur kebutuhan pembangunan jalur alternatif tersebut. Hasil kajian menunjukkan peningkatan jumlah penduduk dan kendaraan membuat kapasitas jalan yang ada saat ini semakin terbebani.

Selain berfungsi sebagai solusi transportasi, Jalan Lingkar Selatan juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Batam. Akses yang lebih baik diyakini akan membuka peluang pengembangan kawasan permukiman, perdagangan, jasa, dan investasi baru.

Pemerintah Kota Batam menargetkan jaringan jalan lingkar yang terintegrasi dapat mendukung pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat infrastruktur kota dalam menghadapi pertumbuhan penduduk dan investasi pada masa mendatang.

Meski demikian, pembangunan seluruh jaringan jalan lingkar akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah, dengan target penyelesaian pada 2029.***