PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar International Guest Lecturer dengan menghadirkan akademisi Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Nor'izah binti Ahmad. Kegiatan yang berlangsung di Aula GR Lantai 3 Kampus Utama Umri itu diikuti sekitar 200 mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat dan Ilmu Komunikasi.
Dekan Fikom Umri, Jayus, mengatakan kuliah tamu internasional tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas memperkuat internasionalisasi pendidikan sekaligus memperluas wawasan mahasiswa terhadap praktik komunikasi global.
"Forum seperti ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari praktik terbaik dari akademisi internasional sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan dunia komunikasi yang terus berkembang di era digital," ujar Jayus.
Dalam kuliah bertajuk "Crisis Communication and Reputation Management in a Digital Society: Strategies for Building Public Trust in an Era of Viral Information", Dr. Nor'izah membahas strategi komunikasi krisis dan pengelolaan reputasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan media sosial membuat setiap orang dapat berperan sebagai penyebar informasi, sehingga organisasi dituntut mampu merespons krisis secara cepat, transparan, dan autentik untuk menjaga kepercayaan publik.
"Reputasi merupakan aset penting organisasi. Karena itu, komunikasi yang konsisten, transparan, dan berempati menjadi kunci dalam menghadapi situasi krisis," kata Nor'izah.
Dalam pemaparannya, ia mengulas sejumlah studi kasus komunikasi krisis di kawasan ASEAN, di antaranya tragedi Malaysia Airlines MH370, AirAsia QZ8501, dan tragedi Stadion Kanjuruhan di Indonesia. Melalui kasus tersebut, mahasiswa diajak memahami pentingnya penyampaian informasi yang cepat, akurat, konsisten, dan berempati saat krisis terjadi.
Selain materi teori, peserta juga mengikuti simulasi penanganan krisis digital. Mahasiswa diminta menyusun strategi komunikasi dalam 30 menit pertama setelah munculnya isu viral di media sosial, mulai dari proses verifikasi informasi, penentuan pemangku kepentingan yang harus dihubungi, hingga penyusunan pesan awal kepada publik.
Narasumber juga memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam komunikasi krisis. Menurutnya, AI dapat membantu organisasi mendeteksi potensi krisis, memantau percakapan publik, menganalisis sentimen masyarakat, serta menyusun draf respons awal secara cepat.
Meski demikian, ia menegaskan teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam menunjukkan kepemimpinan, empati, tanggung jawab, dan integritas saat menghadapi krisis.
Kegiatan yang dihadiri jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan Fikom Umri itu diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa mengenai praktik komunikasi krisis di tingkat internasional sekaligus memperkuat jejaring akademik antara Umri dan UniMAP. (rls/red)