• Tue, Aug 2026

Amsakar: Mahasiswa Batam Harus Siap Bersaing di Dunia Industri

Amsakar: Mahasiswa Batam Harus Siap Bersaing di Dunia Industri


BATAM – Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta mahasiswa baru Politeknik Negeri Batam tidak sekadar mengejar nilai dan mengandalkan hafalan, tetapi membangun kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Batam di Auditorium Gedung Utama Politeknik Negeri Batam, Selasa (18/8/2026).

Menurut Amsakar, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), robotika, hingga transformasi ekonomi digital telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Karena itu, mahasiswa dituntut terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi.

“Perguruan tinggi dapat dimaknai sebagai kawah candradimuka untuk menggembleng dan mengembangkan cakrawala berpikir. Belajarlah dengan baik, jadilah generasi yang membanggakan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi Politeknik Negeri Batam, Kota Batam, dan Indonesia,” ujar Amsakar.

Ia mengatakan perguruan tinggi bukan hanya tempat memperoleh gelar, tetapi ruang untuk mengasah wawasan, logika, kemampuan analisis, serta keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Amsakar menilai Politeknik Negeri Batam memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan industri. Kompetensi lulusan kampus tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan sejumlah sektor unggulan di Batam, mulai dari industri maintenance, repair and overhaul (MRO) di Bandara Internasional Hang Nadim, ekosistem digital di Nongsa Digital Park, hingga industri galangan kapal di Tanjung Uncang dan Sagulung.

Menurutnya, pertumbuhan industri dan masuknya investasi di sektor teknologi membuka peluang besar bagi generasi muda Batam. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Anak-anak Batam harus menjadi tuan di negeri sendiri dan mampu bersaing di tingkat internasional. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu pilar utama pembangunan Kota Batam,” katanya.

Selain mendorong peningkatan kualitas pendidikan, Pemko Batam juga menjalankan sejumlah program untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia. Di antaranya melalui program beasiswa strategis yang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Politeknik Negeri Batam dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), terutama pada bidang-bidang teknis yang dibutuhkan daerah.

Pemko Batam juga melanjutkan program seragam sekolah gratis, memperluas jaminan kesehatan dan perlindungan sosial, serta memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan sejumlah kelompok masyarakat.

Di bidang sosial, pemerintah juga meningkatkan dukungan bagi lanjut usia melalui penambahan kuota penerima serta kenaikan insentif menjadi Rp400.000 per orang.

Menutup arahannya, Amsakar meminta mahasiswa baru menjadikan PKKMB sebagai awal untuk beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi dan membangun pola pikir yang lebih kritis serta analitis.

Ia juga mengingatkan mahasiswa senior agar meninggalkan tradisi perpeloncoan dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih positif, membangun karakter, serta memperkuat hubungan antarmahasiswa.

“Sejarah hanya mencatat hal-hal yang luar biasa. Kalau hanya belajar ala kadar, hasilnya akan biasa saja. Belajarlah dengan serius, raih prestasi akademis terbaik, dan jadilah pribadi yang dicari oleh dunia industri,” tutup Amsakar.