• Wed, Sep 2026

PT PSPI dan BRIN Lanjutkan Tahapan Domestikasi Ikan Baung Khas Kampar

PT PSPI dan BRIN Lanjutkan Tahapan Domestikasi Ikan Baung Khas Kampar


KAMPAR KIRI : SERANTAU MEDIA - PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) yang merupakan Mitra Pemasok/Suplier APP berkolaborasi dengan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Alam Bendungan Desa Sungai Paku, Kampar Kiri, melakukan tahap domestikasi lanjutan dan seleksi ikan baung hasil uji multilokasi, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mitigasi Masyarakat untuk Pencegahan Karhutla disekitar konsesi PT PSPI. 

Tahapan domestikasi ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama Tahun 2023 antara Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN dan PT PSPI terkait pengembangan potensi perikanan darat lokal serta riset teknologi reproduksi perbantuan ikan baung sebagai bagian dari Program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) yang bertujuan untuk mencegah Karhutla. 

Kepala Distrik PT PSPI, Rizky menjelaskan dalam kegiatan domestikasi lanjutan dan seleksi ikan baung, dua peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Otong Zaenal Arifin dan Jojo Subagja, turun langsung melakukan pengambilan sampel dan pengukuran ikan di kolam yang dikelola Ketua P2MKP Alam Bendungan Desa Sungai Paku, Sadarlis. 

Dijelaskannya, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan ikan baung yang telah ditebar di beberapa kolam.

Ditambahkannya, PT PSPI berkomitmen membantu masyarakat untuk membentuk sentra budidaya perikanan darat berbasis agro-silvofishery di Provinsi Riau, dengan ikan baung sebagai ikon utama. 

Diharapkan dari kerja sama dengan BRIN dan Dinas Perikanan Kampar ini, akan diperoleh benih unggul Ikan Baung Khas Kampar yang tersertifikasi. 

"Benih terbaik ini nantinya akan dapat kita sebarluaskan ke masyarakat untuk dibudidayakan sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat," harapnya. 

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jojo Subagja, menjekaskan dalam proses seleksi ini, pihaknya menggunakan beberapa kelompok populasi ikan yang berasal dari famili berbeda. 

Pengukuran dilakukan terhadap bobot individu, panjang standar, dan panjang total untuk mengetahui pertumbuhan serta kemampuan adaptasi masing-masing populasi.

Dari hasil pengukuran tersebut, sekitar 25 persen ikan dengan ukuran dan pertumbuhan terbaik dipertahankan sebagai calon induk untuk generasi berikutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perbenihan Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Joko Suroso, yang hadir langsung melihat proses pengukuran dan pemilihan bibit Baung menyambut baik program yang dilakukan pihak perusahaan. 

Menurutnya, program domestikasi ikan lokal seperti baung dinilai penting karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap benih dari alam sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas lokal secara lebih terarah.

Ia berharap program ini dapat terus berjalan dengan baik sehingga pada akhirnya akan mendapatkan benih ikan Baung unggulan Khas Kampar yang tersertifikasi dan menjadi Ikon tersendiri bagi daerah ini. 

Dijelaskannya, sektor perikanan memang mendapat perhatian penuh dari Pemkab Kampar, apalagi Kampar merupakan salah satu sentra perikanan di Indonesia. 

"Kita berharap kerja sama yang baik ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Ke depan kita bisa bekerja sama untuk pengembangan benih ikan jenis lain yang juga merupakan ikan endemik Kampar," harapnya. ***