• Tue, Oct 2026

Buka Pelatihan Bendahara KDKMP, Sekda Riau Tekankan Akurasi Keuangan

Buka Pelatihan Bendahara KDKMP, Sekda Riau Tekankan Akurasi Keuangan


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Syahrial Abdi mengingatkan bendahara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar teliti dalam mengelola keuangan. Kesalahan kecil dalam pencatatan, seperti kekurangan satu angka nol atau keliru menempatkan tanda titik dan koma, dapat berdampak serius terhadap administrasi dan pertanggungjawaban keuangan koperasi.

Pesan itu disampaikan Syahrial saat membuka Pelatihan dan Sertifikasi Peningkatan Kompetensi Bendahara KDKMP Provinsi Riau 2026 di Pekanbaru, Senin (19/10).

Menurut dia, ketelitian dan kehati-hatian merupakan kemampuan mendasar yang wajib dimiliki bendahara, selain penguasaan teknis pengelolaan keuangan.

“Menjadi seorang bendahara itu kuncinya satu, harus berhati-hati. Jangan sampai salah melihat angka. Kurang satu angka nol atau salah meletakkan titik dan koma, dampaknya bisa bahaya,” kata Syahrial.

Ia menilai, pelatihan dan sertifikasi tidak cukup hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga harus membangun ketelitian, kecermatan, dan tanggung jawab dalam setiap proses pencatatan transaksi keuangan.

Syahrial juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dapat membantu pekerjaan administrasi. Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan pemahaman dasar dan ketelitian manusia dalam mengelola keuangan.

“Meskipun zaman sekarang sudah ada teknologi AI, pemahaman dasar dan ketelitian manusianya tetap nomor satu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syahrial menegaskan bahwa bendahara memiliki peran strategis dalam menjaga tata kelola KDKMP agar berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Terlebih, nama para pengurus yang hadir dalam pelatihan tersebut tercantum dalam akta pendirian koperasi sehingga memiliki tanggung jawab terhadap keberlangsungan lembaga.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi dengan serius agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan administrasi dan keuangan koperasi di desa maupun kelurahan masing-masing.

“KDKMP bukan milik perorangan, melainkan wadah bersama. Artinya, Bapak dan Ibu semua harus memiliki tanggung jawab,” tegasnya.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau berharap kompetensi bendahara semakin meningkat sehingga pengelolaan keuangan KDKMP dapat berlangsung lebih tertib, cermat, dan dapat dipertanggungjawabkan.(MCR/red)