PEKANBARU SERANTAU MEDIA - CRO-3 PT Agrinas Palma Nusantara ( Persero) Joko Andoko memimpin langsung kegiatan Evaluasi dan monitoring kepada seluruh mitra yang melakukan pengelolaan. Pada acara tersebut hadir RH Operasional, RH Hubungan Kelembagaan, para Distrik Manager dan para Kabag Region.
Dalam pertemuan tersebut, Joko Andoko sebagai penanggulang jawab CRO-3 Riau dalam hidup penguasaan fisik dan pengamanan strategis aset perkebunan memberikan peringatan keras terkait pengelolaan kebun yang dinilai belum memenuhi standar yang disepakati dengan mitra atas kesepakatan.
"Kebun ini adalah aset negara untuk masa depan kita bersama. Saya sangat prihatin melihat masih ada areal yang pemeliharaannya belum baik, tidak jujur didalam laporan luasan kebun yang dikelola, pemupukan tidak dilakukan tepat waktu, dan tanaman tidak dirawat sebagaimana mestinya. Ini bukan sekadar masalah prosedur, tapi tanggung jawab bersama," kata Joko Handoko Jumat (7/11/2026) dalam pertemuan tersebut.
CRO-3 Riau juga menegaskan, bahwa pengelolaan kebun kelapa sawit yang buruk, tidak hanya menurunkan hasil panen, tetapi juga memperpendek umur produktif tanaman yang dikelola.
CRO-3 juga menyampaikan kepada mitra agar memberitakan hal positif dalam pengelolaan kebun kelapa sawit terkait kehadiran Agrinas di tengah tengah masyarakat sesuai dengan asta cita presiden RI.
Dalam kegiatan Evaluasi dan Monitoring tersebut dihadiri 65 perusahaan/koperasi dari 81 perusahaan/koperasi Mitra agrinas di CRO-3 Riau.
CRO-3 juga menegaskan Agrinas tidak akan ragu mengambil langkah-langkah sesuai ketentuan perjanjian kemitraan yang berlaku. "Kepercayaan harus dijaga dengan kerja nyata, bukan alasan," ujar Joko Handoko.
Pemupukan menjadi salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Namun, pelaksanaannya harus mempertimbangkan umur tanaman, kondisi tanah, curah hujan, serta hasil analisis tanah dan daun agar pemberian pupuk benar-benar efektif.
Selain pemupukan, pemeliharaan piringan dan pasar pikul juga tidak boleh diabaikan. Area sekitar pokok harus terjaga dari persaingan gulma, sementara akses pasar pikul harus bersih untuk mempermudah kegiatan pemupukan, pengawasan tanaman, hingga pengangkutan hasil panen.
Dalam kegiatan pruning, perusahaan juga perlu memastikan penunasan dilakukan secara tepat. Pelepah yang masih produktif harus dipertahankan karena berperan penting dalam proses fotosintesis dan pembentukan buah. Penunasan berlebihan justru dapat mengganggu kemampuan tanaman menghasilkan TBS.
Sambutan ditutup dengan harapan seluruh pihak dapat bekerja sama lebih baik demi peningkatan produksi dan keberlanjutan perkebunan sawit yang berkelanjutan pungkas Joko Andoko. **
-
CRO-3 Evaluasi Kinerja Kemitraan Pengelolaan Kebun PT Agrinas Palma Nusantara di Riau
06 Nov, 2026 38 views -
-
-
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy