• Tue, Sep 2026

Dinkes Pekanbaru Catat 3.605 Kasus Baru TBC hingga 20 September

Dinkes Pekanbaru Catat 3.605 Kasus Baru TBC hingga 20 September


PEKANBARU – Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat 3.605 kasus baru tuberkulosis (TBC) hingga 20 September 2026. Jumlah tersebut mencapai 68,2 persen dari target penemuan 5.280 kasus sepanjang tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto mengatakan, penemuan kasus TBC terus dilakukan secara aktif melalui fasilitas pelayanan kesehatan maupun kegiatan penjaringan langsung di lapangan.

“Hingga 20 September tahun ini, sebanyak 3.605 kasus baru sudah ditemukan dari target 5.280 kasus. Selain itu, sebanyak 15.395 orang terduga TBC telah ditemukan melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM), atau 54,6 persen dari target 28.220 orang,” kata Hazli, Senin (28/9/2026).

Menurut Hazli, capaian penemuan kasus tersebut masih perlu ditingkatkan hingga akhir 2026. Upaya penjaringan diperluas untuk menemukan masyarakat yang terinfeksi agar segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.

Pada 2025, Dinkes Pekanbaru berhasil menemukan 5.505 kasus TBC atau 114 persen dari target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Hazli mengatakan capaian tahun sebelumnya menjadi dorongan bagi jajarannya untuk meningkatkan penemuan kasus di seluruh wilayah Pekanbaru. Pasien yang telah terdiagnosis juga dipastikan menjalani pengobatan hingga dinyatakan sembuh.

“Kami menargetkan angka keberhasilan pengobatan atau treatment success rate (TSR) dapat mencapai target nasional sebesar 90 persen,” ujarnya.

Dinkes Pekanbaru juga memberikan apresiasi kepada fasilitas pelayanan kesehatan yang mencatat kinerja tinggi dalam penanganan TBC.

Puskesmas Sidomulyo menjadi salah satu fasilitas dengan kinerja terbaik pada 2025, baik dalam penemuan kasus maupun keberhasilan pengobatan yang mencapai 99 persen.

Sementara itu, Puskesmas Payung Sekaki, Rejosari, Sapta Taruna, Sail, dan Langsat mencatat tingkat keberhasilan pengobatan di atas 97 persen.

Capaian tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh puskesmas di Pekanbaru untuk meningkatkan penemuan kasus sekaligus memastikan pasien TBC menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.(mcr)