TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA – Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang menemukan delapan warga positif tuberkulosis (TBC) dari pemeriksaan terhadap 3.600 orang melalui program pelacakan kasus yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam mengatakan, dari ribuan warga yang diperiksa, sebanyak 1.601 spesimen dahak telah dirujuk untuk memastikan status infeksi TBC.
“Dinkes telah memeriksa 3.600 warga, sebanyak 1.601 spesimen dahak dirujuk untuk memastikan status TBC, dan delapan orang dinyatakan positif,” kata Rustam, Jumat.
Ia memastikan seluruh pasien yang terdiagnosis TBC telah mendapatkan pengobatan dengan durasi yang direncanakan selama enam bulan.
Selain mengobati pasien, Dinkes juga memberikan terapi pencegahan TBC kepada orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien. Terapi tersebut diberikan selama tiga bulan dengan jadwal konsumsi obat satu kali setiap minggu.
Menurut Rustam, pelacakan kasus yang terintegrasi dengan CKG bertujuan menemukan penderita sedini mungkin, memastikan pengobatan hingga tuntas, serta memutus rantai penularan. Upaya ini juga menjadi bagian dari target eliminasi TBC pada 2030.
Hingga saat ini, pelacakan TBC telah dilaksanakan di 36 titik yang tersebar di 18 kelurahan di Tanjungpinang. Program tersebut diluncurkan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah di Kelurahan Tanjung Unggat pada 9 September 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 27 November 2026.
Rustam menyebutkan, pemeriksaan secara keseluruhan direncanakan berlangsung di 87 lokasi. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, bahkan jumlah peserta di sejumlah lokasi melampaui kuota yang ditetapkan sebanyak 100 orang per lokasi.
Pemeriksaan meliputi penyuluhan TBC, pemeriksaan kesehatan umum, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, dan gula darah. Warga yang terindikasi mengalami TBC selanjutnya menjalani pemeriksaan dahak. Sejumlah lokasi juga menyediakan pemeriksaan rontgen.
Dari pemeriksaan rontgen yang telah dilakukan, sebanyak 111 hasil menunjukkan indikasi TBC. Namun, hasil tersebut masih dikonsultasikan dengan dokter spesialis paru di rumah sakit untuk memastikan diagnosis.
“Jika hasil pemeriksaan dokter memastikan TBC, pasien akan mendapatkan pengobatan sesuai standar,” ujar Rustam. (Ant/red)