• Sat, Nov 2026

Gelar Mukerprov, PBSI Riau Bahas Penguatan Program dan Pembinaan Atlet

Gelar Mukerprov, PBSI Riau Bahas Penguatan Program dan Pembinaan Atlet


PEKANBARU, SERANTAU MEDIA – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Riau menggelar Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) 2026 di Hotel Ameera, Pekanbaru, 7–8 November 2026.

Forum tahunan tersebut menjadi momentum bagi jajaran PBSI Riau bersama pengurus kabupaten/kota untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun langkah pembinaan atlet guna meningkatkan prestasi bulutangkis Riau.

Ketua Panitia Mukerprov PBSI Riau 2026, Isubadi, mengatakan kegiatan diikuti Pengprov PBSI Riau serta pengurus PBSI dari kabupaten/kota se-Riau. “Peserta Mukerprov berasal dari Pengprov dan Pengurus PBSI kabupaten/kota se-Riau,” kata Isubadi.

Ketua Umum PBSI Riau, Eri Zulhendrizal, mengatakan Mukerprov memiliki arti strategis bagi keberlanjutan organisasi dan peningkatan prestasi bulutangkis di Riau.

Menurutnya, forum tersebut tidak sekadar membahas administrasi organisasi, tetapi harus menghasilkan program kerja yang benar-benar berdampak terhadap pembinaan atlet.

Eri mendorong pengurus PBSI kabupaten/kota lebih kreatif dalam menyusun dan menjalankan program sesuai potensi serta kebutuhan daerah masing-masing.

“Program kerja harus lebih kreatif dan memberikan manfaat nyata. Pengurus kabupaten/kota harus mampu melihat potensi atlet di daerah dan mengembangkan pembinaan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai penguatan pembinaan di daerah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem bulutangkis Riau. Karena itu, koordinasi antara Pengprov dan pengurus kabupaten/kota perlu terus diperkuat, terutama dalam pencarian dan pembinaan atlet usia dini.

1001695853.jpg


Ketua Caretaker KONI Riau, Mayjen (Purn) Eko Budi Soepriyanto, mengapresiasi PBSI Riau yang konsisten menggelar Mukerprov setiap tahun. Menurutnya, konsistensi tersebut menunjukkan adanya komitmen organisasi untuk melakukan evaluasi dan menyusun program pembinaan secara terukur.

Ia meminta pengurus PBSI Provinsi dan kabupaten/kota tetap solid menjalankan program kerja yang telah disepakati, terutama yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas atlet.

“Pengurus kabupaten/kota harus tetap solid dan konsisten menjalankan program. Pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus berkelanjutan dan terarah,” kata Eko.

Ia berharap dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten akan lahir atlet-atlet Riau yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga dunia.

Eko mencontohkan prestasi atlet para-bulutangkis asal Riau, Leani Ratri Oktila, yang menurutnya menunjukkan bahwa atlet daerah memiliki peluang besar menembus level internasional.

“Harapan kita akan muncul atlet Riau yang mampu mengukir prestasi di tingkat dunia. Leani Ratri Oktila sudah membuktikan bahwa atlet Riau bisa bersaing dan berprestasi di level internasional,” ujarnya.

Mukerprov PBSI Riau 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi dan program kerja yang lebih konkret, terukur, serta mampu memperkuat pembinaan atlet di seluruh kabupaten/kota di Riau.***