• Tue, Feb 2026

Iran Siapkan Kuburan untuk Ribuan Tentara AS Jika Nekat Menyerang

Iran Siapkan Kuburan untuk Ribuan Tentara AS Jika Nekat Menyerang

Iran siapkan kuburan untuk ribuan tentara AS jika Washington nekat luncurkan perang terhadap Teheran. Foto/X @khamenei_irk


TEHERAN, SERANTAU MEDIA Iran telah menyiapkan lokasi kuburan yang mampu menampung beberapa ribu tentara Amerika Serikat (AS) yang tewas jika perang diluncurkan Washington terhadap Teheran. Penyiapan lahan kuburan ini dilakukan oleh Organisasi Behesht Zahra, badan yang mengawasi pemakaman terluas di negara Islam tersebut.

Kantor berita Mehr yang pro-pemerintah, mengutip Organisasi Behesht Zahra, melaporkan bahwa langkah-langkah tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dengan Washington.

Lokasi pemakaman tersebut akan berada di pinggiran Teheran, Ibu Kota Iran.

Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan menginvasi Iran kecuali syarat-syarat yang dia tuntut dipenuhi rezim Teheran.

Gugus Tempur Angkatan Laut AS yang dipimpin Kapal Induk USS Abraham Lincoln sudah siaga di sebuah lokasi yang dirahasiakan di Timur Tengah.

Berbicara di karpet merah pada pemutaran perdana film dokumenter istrinya; "Melania", Trump menyerukan Teheran untuk meninggalkan ambisi nuklirnya dan menghentikan pembunuhan para demonstran anti-rezim.

"Kita memiliki banyak kapal yang sangat besar dan sangat kuat yang berlayar ke Iran saat ini. Dan akan lebih baik jika kita tidak perlu menggunakannya," kata Trump seperti dikutip dari The Express, Senin (2/2/2026).

"Saya mengatakan kepada mereka dua hal; pertama, tidak ada senjata nuklir. Dan yang kedua, hentikan pembunuhan terhadap para demonstran... Mereka harus melakukan sesuatu," ujarnya.

Iran, yang bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil, telah mengindikasikan kesediaannya untuk memasuki negosiasi, asalkan negosiasi tersebut "adil" dan tidak terjadi "di bawah bayang-bayang ancaman" menurut Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

"Teheran tidak memiliki masalah dengan negosiasi," ujarnya.

"Mereka tentu harus mengesampingkan ancaman mereka dan mengubah pendekatan mereka menuju negosiasi yang adil, seperti yang dikatakan Trump sendiri dalam unggahannya," paparnya seperti dikutip dari sindonews. ***