Tanjungpinang : SERANTAU MEDIA – Kabut asap kiriman dari wilayah Sumatera mulai terpantau memasuki Pulau Bintan, Kepulauan Riau, sejak Jumat (4/9/2026). Meski demikian, jarak pandang di wilayah tersebut masih tergolong aman, yakni sekitar 9 hingga 10 kilometer.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Muhammad Fadris Dwiandoko, mengatakan citra satelit menunjukkan kabut asap bergerak mengikuti arah angin dari tenggara-selatan menuju utara-timur laut.
“Terpantau sejak pagi hari tanggal 4 September, kabut asap mulai memasuki Pulau Bintan. Berdasarkan citra satelit, kabut asap tersebut merupakan kiriman dari kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Pulau Sumatera,” ujar Fadris kepada RRI, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi pergerakan angin yang membawa asap dari wilayah Sumatera menuju Kepulauan Riau. Namun, hingga saat ini jarak pandang di Pulau Bintan masih cukup baik.
“Jarak pandang saat ini masih berada dalam rentang 9 hingga 10 kilometer,” katanya.
Di sisi lain, BMKG juga mendeteksi tiga titik panas (hotspot) di Pulau Bintan pada 4 September 2026. Ketiga titik tersebut terpantau di wilayah Mantang, Senggarang, dan Bintan Buyu.
Sementara itu, kondisi kualitas udara di Batam perlu mendapat perhatian. Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi PM2,5 mencapai 89,1 mikrogram per meter kubik dan berada dalam kategori tidak sehat.
Fadris mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran titik panas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Untuk masyarakat kami imbau tetap waspada terhadap penyebaran titik panas yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, serta mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat,” ujarnya.
Masyarakat juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan. BMKG mengingatkan warga untuk memantau perkembangan cuaca, kualitas udara, dan informasi titik panas melalui aplikasi InfoBMKG serta kanal resmi BMKG. (RRI/red)