• Sun, Sep 2026

Lantik 80 Pejabat, Bupati Inhu Minta Tes Urine ASN Digelar Berkala di Setiap OPD

Lantik 80 Pejabat, Bupati Inhu Minta Tes Urine ASN Digelar Berkala di Setiap OPD

Bupati Inhu Lantik 80 Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Foto: ANTARA)


RENGAT : SSERANTAU MEDIA – Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Ade Agus Hartanto meminta tes urine terhadap aparatur sipil negara (ASN) dilakukan secara berkala di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan.

Permintaan tersebut disampaikan Ade saat melantik 80 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu di Gedung Sejuta Sungkai, Jalan A. Yani, Rengat, Jumat.

“Saya minta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk melakukan tes urine secara berkala di setiap OPD sebagai langkah menyikapi adanya ASN yang terjerat kasus narkoba,” kata Ade.

Selain bebas dari narkoba, Ade menegaskan setiap pejabat dan ASN harus menjaga integritas, profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan ASN agar tidak menyalahgunakan kewenangan dan bekerja secara maksimal. Kinerja aparatur akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan target pemerintahan dapat tercapai.

“Tidak ada lagi aparatur yang bekerja asal-asalan tanpa mempertimbangkan dampak dan risiko,” tegasnya.

Menurut Ade, pelantikan pejabat baru diharapkan membawa penyegaran dalam birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah.

Pelantikan 80 pejabat tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Inhu Nomor Kpts.379/IX/2026. Dua pejabat yang dilantik di antaranya Herdi Setiawan sebagai Camat Pasir Penyu dan Fikri Gushendri sebagai Camat Rengat Barat.

Ade mengatakan rotasi dan mutasi merupakan bagian dari manajemen ASN. Seluruh proses pengisian jabatan, menurutnya, telah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia menyebut keterisian jabatan di lingkungan Pemkab Inhu saat ini telah mencapai hampir 90 persen. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program kerja pemerintah.

Khusus kepada para camat yang baru dilantik, Ade meminta mereka mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dan menunjukkan kinerja optimal dalam menjalankan tugas. (Ant/red)