LINGGA : SERANTAU MEDIA – Tim gabungan harus berjibaku menghadapi kebakaran lahan sekitar 15 hektare di Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga. Upaya pemadaman terkendala lokasi titik api yang berada jauh di dalam hutan, sulitnya sumber air, serta kondisi malam dengan penerangan terbatas.
Kebakaran dilaporkan kepada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lingga melalui pesan WhatsApp. Petugas kemudian bergerak ke lokasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga untuk melakukan penanganan.
Setibanya di lokasi, personel Damkar dan BPBD berkoordinasi dengan Polsek Daik, TNI, serta masyarakat. Tim gabungan selanjutnya berupaya melokalisasi dan memadamkan api yang telah menjalar di kawasan lahan.
Sejumlah peralatan dikerahkan dalam penanganan tersebut, antara lain mesin pompa portabel, selang berukuran 2,5 inci dan 1,5 inci serta nozzle.
BPBD juga mengerahkan satu unit mobil tangki dan satu mobil boks. Sementara itu, dua unit mobil pemadam milik Yonif TP 849/Beladau Sakti turut diperbantukan untuk mendukung proses pemadaman.
Namun, kondisi medan membuat petugas kesulitan mencapai titik api. Lokasi kebakaran berada jauh di dalam kawasan hutan dengan akses yang tidak mudah dilalui.
Kendala lainnya adalah terbatasnya sumber air di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat petugas harus mengatur strategi dan peralatan yang tersedia agar proses pemadaman tetap dapat dilakukan.
Situasi semakin sulit karena kebakaran ditangani pada malam hari. Penerangan dan jarak pandang yang terbatas meningkatkan risiko bagi personel yang harus masuk ke kawasan hutan.
Danton Damkar Wilayah Daik Lingga, Zainuddin, mengatakan kondisi medan menjadi tantangan utama dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Kondisi di lokasi cukup sulit karena titik api berada jauh di dalam hutan dan sumber air juga sulit ditemukan. Ditambah kondisi malam hari yang membuat jarak pandang terbatas, sehingga keselamatan personel harus menjadi perhatian utama,” ujar Zainuddin, Selasa (1/9/2026).
Dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keterbatasan penglihatan, proses pemadaman akhirnya dihentikan sementara. Seluruh personel kembali ke pos siaga dalam kondisi aman.
Penanganan selanjutnya akan menyesuaikan kondisi di lapangan, terutama untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali meluas.
Kebakaran ini menambah perhatian terhadap potensi kebakaran lahan di wilayah Lingga, terutama ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung munculnya titik api.
Sulitnya akses, keterbatasan sumber air, serta faktor keselamatan menjadi tantangan yang harus diantisipasi dalam setiap penanganan kebakaran di kawasan hutan dan lahan.(rri)