• Thu, May 2026

Komunitas Gayung Jadi Wadah Pemersatu Putra Putri Melayu Asal Tualang

Komunitas Gayung Jadi Wadah Pemersatu Putra Putri Melayu Asal Tualang


SIAK, SERANTAU MEDIA - Berawal dari keluh kesah putra putri Melayu di Kecamatan Tualang yang mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan di kampung halaman, ratusan pemuda pemudi Melayu sepakat bentuk komunitas Gabungan Anak Melayu Tualang (Gayung).

Komunitas Gayung ini diinisiasi oleh ketua komunitas Gabungan Anak Melayu Tualang (Gayung) Muhammad Wahyudi S, IP, dengan tujuan menyatukan seluruh pemuda dan pemudi Melayu di Kecamatan Tualang dalam menjaga Marwah dan kebersamaan di Kampung Halaman.

"Gayung ini merupakan wadah silahturahmi kami putra putri Melayu yang berasal dari Kecamatan Tualang. Gayung ini pun lahir dari ide dan pemikiran anak-anak melayu Tualang yang ingin menyimpulkan berbagai pemikiran putra putri melatu menjadi satu di dalam wadah persatuan," ungkap Wahyudi saat ditemui Riautribune.com, Kamis 14 Mei 2026 di gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Tualang.

Pemuda yang kerap disapa Yudi itu juga mengatakan, Gayung ini dikonsepkan sejak 2 tahun lalu bermula dari berbagai keluhan putra-putri Melayu di Tualang yang mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan di kampung halaman yang sangat dikenal sebagai Kota Industri Perawang.

Ia menyebut, minimnya ruang komunikasi dan wadah silahturahmi sesama anak Melayu di Kecamatan Tualang membuat lahirnya Komunitas Gayung.

"Kampung halaman kami ini sangat kaya, kaya sumber daya alamnya, dan kaya akan sumber daya manusianya. Kendati demikian, masih banyak Putra putri Melayu di kampung halaman kami ini yang sulit mendapatkan pekerjaan dan ruang komunikasi dalam menyampaikan keluhan sosial, sehingga kami sepakat membentuk Gayung ini," terangnya.

Selain itu, lanjutnya mengatakan, terbentuknya Gayung juga merupakan langkah nyata Putra Putri Melayu Tualang dalam melestarikan kebudayaan dan kesenian melayu serta menjaga harkat, martabat, dan marwah melayu.

"Kami Putra Putri Melayu Tualang ingin membuktikan, bahwa Putra Putri Melayu adalah Putra Putri yang ramah, tidak merasa tinggi, tidak pula merasa rendah, kami tau cara menghormati dan pandai menempatkan diri, tapi jangan jadikan kami putra putri Melayu di Tualang ini menjadi tamu di Kampung kami sendiri," tegasnya.

Mantan Ketua Karang Taruna Kecamatan Tualang itu juga mengatakan, pihaknya juga telah menggelar silahturahmi dengan para tokoh dan pemerintah setempat terkait hadirnya Gayung di Kecamatan Tualang.

"Hari Sabtu kemarin kita sudah menggelar Gayung Beunding, yakni silahturahmi dengan pemerintah kecamatan Tualang dan para tokoh yang berada di Kecamatan Tualang, Alhamdulillah kehadiran gayung disambut baik oleh para tokoh dan orang tua-tua kami di Tualang ini," sebutnya.

Ia pun mengajak seluruh anak-anak Melayu dari berbagai Kampung di Kecamatan Tualang untuk bergabung di Gayung, agar persatuan dan kesatuan putra putri Melayu Tualang terus terjaga.

"Kami buka pintu selebar-lebarnya, bagi siapapun putra putri Melayu di Kecamatan Tualang ini yang ingin bergabung bersama kami, kami siap bergandengan tangan bersatu padu agar tidak terasing di kampung sendiri," pungkasnya.***