• Wed, Jul 2026

KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Status Hukum Ditentukan dalam 1x24 Jam

KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Status Hukum Ditentukan dalam 1x24 Jam


JAKARTA : SERANTAU MEDIA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dan mengamankan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama sejumlah pihak lainnya, Rabu (29/7/2026).

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut.

"Benar (OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro)," kata Fitroh saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2026).

KPK belum mengungkap identitas pihak lain yang turut diamankan maupun perkara yang menjadi dasar operasi tersebut. Penyidik juga masih mengumpulkan alat bukti sebelum menetapkan status hukum para pihak yang diamankan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim KPK telah menyegel sejumlah lokasi, termasuk beberapa ruangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk kepentingan penyidikan.

Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan. Lembaga antirasuah itu dijadwalkan menyampaikan konstruksi perkara, identitas tersangka, serta barang bukti yang disita dalam konferensi pers setelah proses pemeriksaan awal selesai.

Anom Widiyantoro merupakan Bupati Pemalang periode 2025–2030 yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Sebelum terjun ke dunia politik, ia berkarier lebih dari dua dekade di sejumlah perusahaan BUMN, di antaranya PT Wijaya Karya (WIKA), dengan berbagai jabatan mulai dari staf ahli, auditor internal, manajer hingga general manager. 

Ia juga pernah menjabat Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko di PT Hotel Indonesia Properti (HIPA), anak usaha WIKA. Anom merupakan lulusan S1 Manajemen Keuangan Universitas Diponegoro dan Magister Manajemen Universitas Padjadjaran.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai dugaan tindak pidana yang sedang diusut maupun pihak-pihak yang diduga terlibat dalam operasi tangkap tangan tersebut. (rri/red)