TAnJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyebut penanganan pengobatan tuberkulosis (TBC) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tergolong baik, dengan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 95 persen.
"Kalau perkara mengobati TBC di Kepri sudah sangat baik, patut kita apresiasi," kata Benjamin saat memaparkan penanganan kasus TBC di Aula Wan Seri Beni, Tanjungpinang, Jumat.
Namun, ia menegaskan keberhasilan pengobatan belum cukup untuk menekan kasus TBC di Kepri. Pemerintah perlu memperkuat penemuan kasus sejak dini agar penderita segera mendapat pengobatan dan tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
Benjamin menyebut Kepri menjadi salah satu provinsi dengan tingkat penemuan kasus TBC yang masih rendah secara nasional. Kondisi geografis Kepri sebagai daerah kepulauan menjadi salah satu tantangan, ditambah biaya operasional yang relatif tinggi untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, dari estimasi 13.731 kasus TBC di Kepri, sebanyak 6.618 kasus atau 51,2 persen telah ditemukan dan mendapat pengobatan. Sementara sekitar 6.832 kasus lainnya belum ditemukan atau belum mendapat pengobatan.
Kondisi tersebut, menurut Benjamin, menjadi persoalan serius karena penderita yang belum terdeteksi dan diobati berpotensi terus menularkan TBC kepada orang-orang di sekitarnya.
"Makanya, kasus TBC di Indonesia sulit turun karena tak diobati. TBC bisa menyebabkan kematian jika tak ditangani dengan tepat dan tuntas," ujarnya.
Untuk mempercepat penemuan kasus, Benjamin mendorong strategi khusus yang menyesuaikan karakteristik Kepri sebagai wilayah kepulauan. Salah satunya dengan mengintegrasikan layanan cek kesehatan gratis (CKG) dengan penelusuran TBC menggunakan pemeriksaan X-Ray.
Selain itu, dinas kesehatan diminta memperkuat pemeriksaan terhadap kontak serumah atau anggota keluarga yang tinggal bersama penderita TBC.
"Kita jangan cuma sibuk obati orang sakit TBC, tapi orang kontak serumah tidak diperiksa," katanya.
Benjamin juga meminta camat, lurah, kader PKK, dan kader TBC ikut aktif memantau penderita TBC di wilayah masing-masing.
"Saya minta camat, lurah, PKK dan kader juga aktif memantau orang sakit TBC. Kalau sudah ditemukan, berikan obat TBC sampai ia sembuh total," ujarnya. (Ant/red)