PEKANBARU, SERANTAU MEDIA – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menggelar kegiatan tes urine massal bagi Petugas dan Warga Binaan, Senin (06/04).
Menurut Kalapas Kelas II Pekanbaru, Yuniarto , kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen jajaran Pemasyarakatan dalam anggota peredaran gelap narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan.
Tak main-main, Lapas Pekanbaru juga menggandeng jajaran Aparat Penegak Hukum (APH) eksternal, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memastikan transparansi dan integritas pelaksanaan tes.
Pelaksanaan tes urin diawali oleh seluruh petugas yang di awasi langsung oleh seluruh petugas TNI, Polri dan BNN. Selanjutnya di ikuti oleh warga binaan. Satu per satu petugas dan warga binaan diminta memberikan sampel urin untuk diuji melalui alat tes narkoba.
Kalapas Kelas IIA Pekanbaru menyatakan bahwa pelibatan APH eksternal merupakan bentuk transparansi instansi kepada publik dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik.
“Kegiatan hari ini bukan sekedar seremonial HBP ke-62, melainkan langkah konkret kami dalam mewujudkan memberantas perederan gelap narkoba sekaligus salah satu deteksi dini gangguan keamanan dan Pengoperasian. Kami sengaja mengundang rekan-rekan dari TNI, Polri, dan BNN agar proses ini berjalan tujuan dan akuntabel,” ujar Yuniarto.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap puluhan petugas dan warga binaan, semuanya menunjukkan hasil negatif narkoba. Hasil ini dipahami dengan baik sebagai indikator bahwa internal Lapas Pekanbaru terus berupaya menjaga integritas.
"Saya tegaskan, tidak ada ruang bagi narkoba di sini. Jika ada petugas yang terlibat, sanksi tegas menanti. Begitu juga bagi warga binaan, hak-hak mereka bisa dicabut jika terbukti melanggar. Kami ingin Lapas Pekanbaru benar-benar menjadi tempat pelatihan yang bersih dan kondusif," tutup Yuniarto. (rls/red)