• Mon, Oct 2026

Markarius Anwar Minta Gonjong Limo Perkuat Persatuan Perantau dan Lestarikan Adat Minangkabau

Markarius Anwar Minta Gonjong Limo Perkuat Persatuan Perantau dan Lestarikan Adat Minangkabau


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, meminta pengurus Gonjong Limo dan Bundo Kanduang Kota Pekanbaru periode 2025–2030 memperkuat persatuan perantau, melestarikan adat Minangkabau, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Pesan itu disampaikan Markarius saat menghadiri pelantikan pengurus Gonjong Limo dan Bundo Kanduang Kota Pekanbaru, Minggu (11/10/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Meningkatkan Hubungan Silaturahmi dan Mempererat Persatuan Perantau Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh”.

Markarius mengucapkan selamat kepada pengurus yang dilantik. Ia berharap amanah organisasi dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat kebersamaan.

Menurutnya, Gonjong Limo memiliki peran penting sebagai wadah pemersatu perantau asal Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh. Organisasi ini juga diharapkan menjadi ruang untuk mengembangkan potensi generasi muda, memperluas peluang usaha, dan memperkuat kegiatan sosial.

“Jadikan organisasi ini sebagai rumah bersama untuk memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya, dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” pesannya.

Ia juga mengajak warga Minangkabau di Pekanbaru menjaga nilai-nilai adat, seperti kejujuran, gotong royong, sopan santun, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, perantau diharapkan ikut menjaga keamanan dan ketertiban, mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendukung pembangunan Kota Pekanbaru.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wali Kota Payakumbuh dr. Zulmetta dan Bupati Lima Puluh Kota Syafni Sikumbang. Keduanya mengingatkan para perantau agar menjaga persaudaraan di tanah rantau, saling membantu dalam berbagai keadaan, serta tidak melupakan kampung halaman.

Mereka juga mendorong warga perantauan terus menjalin silaturahmi dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah asal.

Sementara itu, Ketua Gonjong Limo Pekanbaru, Iwat Endri, S.H., M.H., menyatakan komitmennya memperkuat persatuan anggota dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Kota Payakumbuh, dan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota atas dukungan yang diberikan.

Iwat juga mengharapkan masukan, nasihat, dan kritik dari tokoh masyarakat serta para senior organisasi untuk memperkuat kepengurusan. Ia ingin keluarga besar Gonjong Limo tetap rukun, kompak, dan saling mendukung.

Ke depan, pengurus diharapkan menyusun program yang menyentuh kebutuhan anggota, mulai dari pembinaan generasi muda, pemberdayaan ekonomi dan UMKM, kegiatan sosial, hingga pelestarian adat dan budaya Minangkabau. Koordinasi dengan pemerintah daerah di rantau maupun di kampung halaman juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan program tersebut.

Dalam kepengurusan Bundo Kanduang, Dra. Rahma Mudya dipercaya sebagai ketua, sedangkan Mulyati, M.Pd., yang dikenal sebagai Mulyati Umar, menjabat sekretaris.

Bundo Kanduang diharapkan menjalankan peran sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang, yakni sosok perempuan yang menjadi pilar keluarga sekaligus penjaga marwah kaum dalam adat Minangkabau. Peran tersebut mencakup keteladanan serta pembinaan anak dan kemenakan agar tetap berpegang pada nilai adat, agama, dan akhlak.

Melalui kepengurusan periode 2025–2030, Gonjong Limo dan Bundo Kanduang diharapkan semakin mempererat persaudaraan perantau sekaligus menjaga warisan budaya Minangkabau dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Pekanbaru. (rls)