BENGKALIS : SERANTAU MEDIA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Bengkalis. Pegiat Bank Sampah dan penggerak edukasi pengelolaan sampah elektronik (e-waste), Berto Sitompul, dipercaya mewakili Indonesia dalam workshop regional pengelolaan sampah elektronik yang digelar di Thailand.
Kegiatan bertajuk Strengthening Inclusive Regulatory Frameworks and Business Practices in E-Waste Management and Recycling Services in ASEAN itu difasilitasi Regional Trade for Development Facility (RT4D) dan diikuti pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai negara ASEAN yang bergerak di bidang pengelolaan dan daur ulang sampah elektronik.
Berto mengatakan keikutsertaannya dalam forum tersebut memberikan banyak pengetahuan baru mengenai pengelolaan e-waste yang berkelanjutan, mulai dari edukasi masyarakat, sistem pengumpulan, hingga pengembangan rantai daur ulang sebagai bagian dari ekonomi sirkular.
“Pelatihan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga dan memotivasi saya untuk meningkatkan program edukasi serta pengumpulan sampah elektronik di daerah,” ujar Berto, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, sampah elektronik kini menjadi tantangan global seiring meningkatnya penggunaan perangkat elektronik di berbagai sektor kehidupan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volume limbah elektronik yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Karena itu, ia menilai edukasi masyarakat dan sistem pengelolaan yang baik menjadi kunci dalam mengurangi dampak negatif e-waste.
“Kami siap berkolaborasi dengan sekolah, komunitas, dan berbagai pihak untuk memperkuat edukasi serta gerakan pengumpulan sampah elektronik yang bertanggung jawab,” katanya.
Berto berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama workshop dapat diterapkan di Kabupaten Bengkalis guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah elektronik serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (RRI/red)