• Mon, Jan 2026

Penderita HIV/AIDS di Natuna Tercatat 39 Orang, 4 di Antaranya Anak-anak

Penderita HIV/AIDS di Natuna Tercatat 39 Orang, 4 di Antaranya Anak-anak

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliyansyah (foto: Dok/ist)


RANAI, SERANTAU MEDIA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliyansyah, menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 39 orang penderita HIV di Natuna. Sebanyak 30 orang di antaranya rutin menjalani pengobatan antiretroviral (ARV).

“Dari total 39 penderita, 30 orang aktif minum obat ARV. Sisanya, delapan orang belum menjalani pengobatan,” ujar Hikmat.

Ia merinci bahwa dari 30 penderita yang rutin berobat tersebut, 18 merupakan laki-laki dan 12 lainnya perempuan.  Selain itu, pada tahun 2024 lalu, satu pasien meninggal dunia, sementara empat anak diketahui positif HIV.   Masih pada tahun yang sama, ditemukan dua kasus baru.

“Untuk tahun 2025 ini, hingga saat ini belum kami temukan kasus baru,” tambahnya seperti dilansir laman RRI, Jumat (12/12/2025).

Namun demikian, Hikmat menekankan bahwa angka tersebut kemungkinan tidak menggambarkan kondisi sebenarnya. Mengacu pada teori fenomena gunung es dari WHO, jumlah kasus yang tercatat biasanya hanya sebagian kecil dari kondisi di lapangan.

“WHO pernah menyampaikan bahwa setiap satu penderita HIV yang terdeteksi, minimal ada sepuluh kasus lain yang belum ditemukan. Ini bisa kami buktikan dari pengalaman di tahun 2015,” jelasnya.

Ia kemudian menceritakan temuan Dinas Kesehatan saat melakukan survei darah terhadap pekerja seks komersial (PSK) di Natuna pada tahun 2015. Dalam kegiatan tersebut, satu orang PSK diketahui positif mengidap HIV.

“Kami tanya, semalam melayani berapa orang? Dan jawabannya, empat orang, semuanya tanpa kondom,” ungkap Hikmat.

Menurutnya, hal ini sangat berisiko, mengingat para pelanggan tersebut bisa saja memiliki istri, pacar, atau pasangan lain yang turut terancam tertular.

“Dari situ kita bisa memahami kenapa WHO menyebut setiap satu kasus HIV yang diketahui, ada setidaknya sepuluh kasus lain yang tidak terdeteksi. Ini nyata terjadi, dan kami temukan sendiri di daerah kita,” tegasnya.

Hikmat menambahkan bahwa Dinas Kesehatan akan terus meningkatkan upaya deteksi dini.  Disamping itu juga terus mengedukasi masyarakat, serta pemantauan pengobatan ARV guna menekan penularan HIV di Natuna.(RRI/red)