PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru menggelar Sosialisasi Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (30/9/2026). Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Pekanbaru mengatakan sektor perkebunan masih memiliki potensi besar dalam perekonomian daerah. Sebab, meski dikenal sebagai kota, sekitar 65 persen wilayah Pekanbaru masih berupa kawasan perkampungan dan perkebunan, sedangkan kawasan perkotaan sekitar 35 persen.
"Ini menunjukkan bahwa sektor perkebunan memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Markarius.
Ia menyebut luas perkebunan kelapa sawit di Pekanbaru mencapai sekitar 24 ribu hektare. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara terarah agar memberikan manfaat ekonomi sekaligus tetap menjaga fungsi lingkungan.
Karena itu, penyusunan RAD-KSB diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan sekaligus menjadi pedoman pelaksanaan program perkebunan, khususnya kelapa sawit, di Kota Pekanbaru.
Markarius menegaskan potensi perkebunan yang masih cukup besar harus dikelola secara seimbang agar pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.
Dengan RAD-KSB, Pemko Pekanbaru berharap terdapat arah yang lebih jelas bagi pemerintah, pekebun, pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit secara produktif, tertata dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Pekanbaru, Maisisco, mengatakan pengembangan sawit berkelanjutan penting karena sektor tersebut tidak hanya berkaitan dengan produksi dan pendapatan pekebun, tetapi juga menyangkut tata kelola lahan, lingkungan, legalitas, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan berkelanjutan diperlukan agar pengembangan sawit dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang tanpa mengabaikan daya dukung lingkungan.
Provinsi Riau menjadi salah satu sentra utama sawit nasional. Pada 2025, Riau tercatat menghasilkan sekitar 9,46 juta ton CPO. Sementara data BPS Riau menunjukkan produksi perkebunan rakyat untuk komoditas kelapa sawit pada 2024 mencapai sekitar 5,58 juta ton.
Pemerintah pusat saat ini juga mendorong peningkatan hasil dari lahan yang sudah ada melalui intensifikasi dan peremajaan, sehingga peningkatan produksi tidak harus dilakukan dengan membuka lahan baru.
Kegiatan sosialisasi RAD- KSB ini menghadirkan Kepala Bappeda Pekanbaru, Dr H M Firdaus M.Si, Dosen Fakultas Pertanian Unri Dr Ir Wawan, MT dan Dr. Debi Kurnia sebagai narasumber. ***
-
-
Polisi Tangkap Pria 29 Tahun dalam Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Bintan
30 Sep, 2026 27 views -
Restorasi Gambut Tanjung Leban Jadi Model, SF Hariyanto Dorong Replikasi di Riau
30 Sep, 2026 32 views -
-
Punya 24 Ribu Hektare Kebun Sawit, Pekanbaru Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
30 Sep, 2026 37 views
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy