• Fri, Aug 2026

RSUD Embung Fatimah Batam Berhasil Operasi Aneurisma Otak, Menkes Apresiasi

RSUD Embung Fatimah Batam Berhasil Operasi Aneurisma Otak, Menkes Apresiasi


BATAM : SERANTAU MEDIA – RSUD Embung Fatimah Batam mencatat capaian baru dalam layanan bedah saraf setelah berhasil melakukan operasi clipping aneurisma otak untuk pertama kalinya. Keberhasilan tersebut menjadi penanda bahwa rumah sakit daerah itu mulai mampu menangani kasus pembuluh darah otak berisiko tinggi.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung pelaksanaan operasi tersebut pada Jumat (28/8/2026). Dalam kunjungannya, Budi didampingi Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah.

Budi mengatakan penguatan layanan kesehatan di daerah menjadi salah satu kunci agar masyarakat tidak harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan penyakit kritis, termasuk stroke dan gangguan pembuluh darah otak.

Menurutnya, kemampuan rumah sakit daerah menangani kasus kompleks juga berkaitan dengan target peningkatan angka harapan hidup masyarakat Indonesia.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita menargetkan kenaikan rata-rata angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 menjadi 76 tahun. Stroke merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi,” kata Budi.

Ia menilai penanganan stroke membutuhkan fasilitas medis dan tenaga kesehatan yang memadai di tingkat kabupaten dan kota. Dengan demikian, sebagian besar pasien dapat memperoleh penanganan tanpa harus menjalani rujukan ke daerah lain.

“Karena itu, penanganan yang cepat dan fasilitas medis yang mumpuni di tingkat kabupaten dan kota seperti di Batam sangat krusial agar 80 hingga 90 persen pasien dapat ditangani secara lokal,” ujarnya.

Kemenkes Perkuat Alat Medis

Kementerian Kesehatan, lanjut Budi, akan mendukung peningkatan kapasitas RSUD Embung Fatimah, terutama melalui pemenuhan peralatan medis prioritas.

Sejumlah fasilitas yang didorong untuk tersedia di antaranya instrumen bedah, CT scan, C-Arm, mikroskop bedah saraf (neuromicroscope), dan endoscopic power.

Penguatan layanan juga diarahkan pada layanan prioritas KJSU, yakni kanker, jantung, stroke, serta uronefro.

Budi menekankan peningkatan kualitas layanan kesehatan harus berjalan beriringan dengan upaya pencegahan. Karena itu, Dinas Kesehatan dan puskesmas diminta memperkuat deteksi dini penyakit.

Masyarakat juga didorong rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama tekanan darah, gula darah, dan kolesterol yang menjadi sejumlah faktor risiko penyakit kardiovaskular dan stroke.

CT Scan Sudah Beroperasi Mandiri

Direktur RSUD Embung Fatimah, dr. Raden Roro Sri Widjayanti, mengatakan rumah sakit terus meningkatkan kemampuan layanan melalui penguatan sarana, prasarana dan sumber daya manusia.

Dalam dua bulan terakhir, RSUD Embung Fatimah telah mengoperasikan fasilitas CT scan secara mandiri. Fasilitas tersebut membantu dokter melakukan pemeriksaan untuk kasus-kasus kompleks sehingga kebutuhan rujukan dapat ditekan.

“RSUD Embung Fatimah juga menerima dukungan enam dokter fellowship dari Kementerian Kesehatan, termasuk di bidang onkologi,” ujar Roro.

Selain itu, rumah sakit juga mendapatkan tambahan dokter spesialis dan subspesialis, termasuk spesialis bedah vaskular serta spesialis kepala dan leher.

Sebagai rumah sakit pemerintah tipe B, RSUD Embung Fatimah mencatat rata-rata tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) sebesar 88 persen. Angka tersebut bahkan mencapai 96 persen pada Juni 2026.

Roro memastikan tingginya tingkat keterisian tempat tidur tidak mengurangi komitmen rumah sakit terhadap keselamatan dan kenyamanan pasien.

RSUD Embung Fatimah juga masuk dalam jajaran rumah sakit daerah yang mengajukan penguatan sarana dan prasarana melalui program SIHREN Kementerian Kesehatan untuk pemenuhan peralatan kesehatan canggih.

Pemko Batam Dukung Penguatan Layanan

Sekda Kota Batam Firmansyah mengapresiasi Kementerian Kesehatan dan jajaran RSUD Embung Fatimah atas keberhasilan operasi clipping aneurisma otak tersebut.

Menurutnya, capaian itu menunjukkan peningkatan kapasitas layanan kesehatan di Batam dan menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan di luar daerah.

“Tentu, Pemko Batam sangat mengapresiasi Kementerian Kesehatan dan seluruh jajaran RSUD Embung Fatimah Kota Batam yang telah berhasil menjalankan operasi tersebut. Saya berharap layanan kesehatan di Batam ke depan terus meningkat,” kata Firmansyah.***