• Sat, Sep 2026

Satgas MBG Tutup Sementara SPPG Senggarang Tanjungpinang

Satgas MBG Tutup Sementara SPPG Senggarang Tanjungpinang


TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA — Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, karena belum memenuhi sejumlah persyaratan operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Penutupan dilakukan setelah Ketua Satgas MBG yang juga Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG tersebut, Jumat.

"Dari hasil sidak di lapangan, kami temukan persoalan pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), termasuk SPPG yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan," kata Nyanyang di Tanjungpinang.

Menurut dia, SLHS menjadi salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi sebelum SPPG menjalankan operasional. Sertifikat tersebut berkaitan dengan pemenuhan standar higiene dan sanitasi dalam penyediaan makanan untuk program MBG.

Nyanyang mengatakan Koordinator BGN wilayah Riau dan Kepri juga telah menginstruksikan penutupan sementara SPPG yang belum memenuhi persyaratan operasional.

"Kalau belum melengkapi SLHS, tidak bisa melanjutkan operasional, sehingga SPPG harus ditutup sementara sembari mengurus SLHS," ujarnya.

Selain SLHS dan persoalan IPAL, Satgas MBG juga menemukan masalah pada sumber air yang digunakan SPPG Senggarang untuk mengolah bahan baku makanan.

Nyanyang mengatakan sumber air yang digunakan belum dapat dipastikan asalnya dan dinilai belum memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan BGN.

"Di SPPG Senggarang, air diisi dalam tangki tapi tak tahu asalnya dari mana. Sumbernya harus jelas, apakah dari sumur bor atau lainnya," katanya.

Ia menegaskan setiap pengelola dapur SPPG harus memastikan seluruh sarana dan sumber bahan yang digunakan memenuhi standar operasional.

Menurut Nyanyang, kepatuhan terhadap standar tersebut diperlukan untuk menjamin makanan yang disalurkan melalui program MBG aman dan memenuhi kualitas bagi penerima manfaat.

"Karena ini adalah untuk keberlangsungan anak-anak kita semuanya. Jangan sampai nanti program ini berjalan terus, tetapi tidak maksimal," ujarnya.(ant/red)