• Wed, Aug 2026

Amsakar: Pencegahan Kekerasan terhadap Anak Harus Jadi Tanggung Jawab Bersama

Amsakar: Pencegahan Kekerasan terhadap Anak Harus Jadi Tanggung Jawab Bersama


BATAM – SerantauMedia | Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Penyuluhan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, serta diikuti siswa dan guru SMP se-Kota Batam.

Amsakar mengatakan, lingkungan yang aman dan nyaman menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, pencegahan kekerasan terhadap anak harus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat.

Pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat harus bergerak bersama mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Korban kekerasan akan mengalami trauma yang dapat berdampak pada kondisi psikologisnya hingga dewasa. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk berkembang dan membangun karakter tanpa rasa takut.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, mengajak seluruh peserta untuk berani melaporkan apabila mengetahui atau menyaksikan tindak kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Menurut Erlita, perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama karena anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan mereka.

Ia juga menyampaikan TP-PKK Kota Batam terus memperkuat pembinaan karakter melalui Program Pembinaan Budi Pekerti yang telah dilaksanakan di 12 kecamatan di Kota Batam. Program tersebut memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pentingnya saling menghormati, mencegah perundungan, serta membangun budaya sekolah yang ramah dan inklusif.

Kami ingin tidak ada lagi perundungan di sekolah. Mari kita ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia,” kata Erlita.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap warga sekolah memiliki kemampuan untuk mengenali, mencegah, dan menangani kekerasan terhadap anak sejak dini sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.