• Sun, Jul 2026

Audisi PB Djarum 2026 di Pekanbaru Lahirkan Bibit Menjanjikan, Atlet Sumatera Curi Perhatian

Audisi PB Djarum 2026 di Pekanbaru Lahirkan Bibit Menjanjikan, Atlet Sumatera Curi Perhatian

Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw (foto: rri/red)


PEKANBARU, SERANTAU MEDIA – Audisi Umum PB Djarum 2026 seri perdana di GOR Angkasa, Pekanbaru, mulai memunculkan bibit-bibit muda bulutangkis yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi atlet masa depan Indonesia. Tim pencari bakat menilai peserta dari wilayah Sumatera tampil menjanjikan, terutama pada kelompok usia U-11 dan U-12.

Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw, mengaku terkesan dengan kualitas para peserta. Menurutnya, perkembangan pembinaan di klub-klub luar Pulau Jawa semakin terlihat melalui kemampuan dasar yang dimiliki para atlet muda.

"Saya cukup kagum dengan potensi atlet-atlet muda yang kami lihat di Pekanbaru, khususnya kelompok usia U-11 hingga U-12. Ini menunjukkan pembinaan di klub-klub luar Pulau Jawa berjalan dengan baik sehingga mereka mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain," kata Holvy, Sabtu (11/7/2026).

Holvy menilai atlet-atlet dari Sumatera memiliki karakter bertanding yang kuat serta daya juang tinggi. Meski demikian, mereka masih membutuhkan lebih banyak jam terbang dan kesempatan menghadapi lawan-lawan berkualitas agar kemampuan mereka semakin matang.

"Karakter mereka sangat bagus dan semangat bertandingnya tinggi. Yang masih perlu ditingkatkan adalah pengalaman bertanding serta kualitas sparing partner. Jika mereka lolos dan bergabung dengan PB Djarum, kami tinggal meningkatkan level permainan agar siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.

Dari hasil pemantauan sementara, peserta asal Pekanbaru, Jambi, dan Siak menjadi yang paling menonjol. Ketiga daerah tersebut dinilai memiliki atlet dengan teknik dasar yang baik sehingga memiliki peluang besar untuk berkembang melalui pembinaan lanjutan.

Namun, Holvy juga mencatat masih banyak peserta yang belum mampu menampilkan permainan terbaik akibat tekanan saat menjalani seleksi.

"Kendala terbesar mereka adalah mental saat tampil di depan tim pencari bakat. Karena kesempatan mengikuti turnamen masih terbatas, mereka ingin tampil sempurna sehingga justru tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik," jelasnya.

Mengenai peluang memperoleh supertiket menuju tahap akhir audisi, Holvy mengatakan keputusan belum ditetapkan. Namun, PB Djarum membuka peluang menambah penerima supertiket apabila menemukan atlet dengan kemampuan yang benar-benar istimewa.

"Supertiket belum kami putuskan. Tetapi jika ada atlet yang potensinya sangat menonjol, tentu akan menjadi pertimbangan untuk diberikan supertiket tambahan," katanya.

Audisi Umum PB Djarum 2026 menjadi salah satu ajang pencarian talenta muda terbesar di Indonesia. Para peserta yang lolos akan mendapatkan kesempatan bergabung dengan PB Djarum di Kudus untuk menjalani pembinaan intensif sebagai bagian dari regenerasi atlet bulutangkis nasional.(rri/red)