• Fri, Aug 2025

Bahas RPJMD Riau 2025–2029, Gubri Abdul Wahid Ungkap Optimisme Pembangunan Riau Dapat Berjalan

Bahas RPJMD Riau 2025–2029, Gubri Abdul Wahid Ungkap Optimisme Pembangunan Riau Dapat Berjalan


PEKANBARU, SERANTAU MEDIA - Gubernur Riau, Abdul Wahid, bersama Bappeda Provinsi Riau dan para akademisi membahas penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Riau 2025–2029. Pertemuan ini diadakan di ruang rapat kediaman Gubernur, pada Selasa (17/6/2025).

Plt Kepala Bappeda Riau, Purnama Irawansyah, menjelaskan bahwa saat ini mereka masih mempersiapkan bahan untuk forum lintas perangkat daerah. Ia menekankan bahwa forum ini penting agar tema pembangunan sesuai dengan visi dan misi gubernur serta wakil gubernur Riau.

Setelah forum lintas perangkat selesai, proses akan dilanjutkan ke Musrenbang. Rencana Musrenbang akan berlangsung akhir Juni.

“Setelah itu, rencana RPJMD yang sudah disusun akan diajukan ke DPRD Riau sebagai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Targetnya, RPJMD ini sudah disahkan menjadi Perda pada 20 Agustus 2025,” ujarnya.

Purnama menyebut bahwa program di RPJMD merupakan hasil dari penyempurnaan program-program yang sudah berdasarkan visi dan misi kepala daerah. Program utama akan difokuskan pada Kepulauan Riau Cerdas, Kepulauan Riau Sehat, Kepulauan Riau Sejahtera, Kepulauan Riau Mantap, dan Kepulauan Riau Membangun Desa dan Kota.

“Program di RPJMD hanya perlu disesuaikan lagi, tetap mendukung visi dan misi pak gubernur,” katanya.

Ia juga menambahkan, program yang ada termasuk janji-janji politik gubernur dan wakil gubernur. Itulah yang mereka rangkum dalam program prioritas.

Gubri Abdul Wahid menyebut RPJMD sebagai langkah nyata membangun masa depan Riau. Ia merasa yakin, terutama setelah melihat perkembangan positif dua minggu terakhir, terkait usaha mendapatkan dana dari pemerintah pusat.

Salah satu hasil nyata adalah respon baik dari Kemendikdasmen. Mereka mengakomodir usulan untuk revitalisasi 25 SMA, 35 SMK, dan 1 SLB di Riau. Wahid berpendapat, kemajuan daerah tidak selalu bergantung pada APBD. Lebih dari itu, keberhasilannya bergantung pada kemampuan pemimpin dalam menangani masalah dan memanfaatkan peluang.

"Saya pribadi merasa optimis, terutama melihat perkembangan dua minggu ini. Ke depan, saya makin yakin, daerah bisa maju tanpa APBD, asal pemimpinnya pandai mengatasi berbagai masalah,” tuturnya. ***