• Mon, Jan 2026

Beras Ilegal Masuk Kepri, Mentan Minta Diusut hingga Aktor Utama

Beras Ilegal Masuk Kepri, Mentan Minta Diusut hingga Aktor Utama


KEPRI, SERANTAU MEDIA – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Tanjungbalai Karimun, Senin (19/1/2026).

Salah satu agenda utama Mentan adalah inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjungbalai Karimun terkait pengungkapan penyelundupan ribuan ton beras ilegal.

Mentan Amran menegaskan, penyelundupan beras tidak bisa ditoleransi karena merugikan petani dan mengganggu ketahanan pangan nasional.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Kita sudah swasembada. Stok beras nasional lebih dari 3 juta ton,” tegasnya.

Kanwil Bea Cukai Karimun mengamankan sekitar 1.000 ton beras ilegal, dengan 345 ton masih berada di gudang. Beras tersebut diangkut menggunakan enam kapal dari FTZ Tanjungpinang menuju daerah sentra produksi seperti Palembang dan Riau.

Menurut Amran, pola distribusi ini tidak masuk akal dan menguatkan dugaan penyelundupan, karena dikirim dari wilayah yang bukan produsen beras ke daerah surplus. Ia meminta kasus ini diusut tuntas hingga ke aktor utama.

Selain beras, petugas juga menyita gula pasir, cabai kering, bawang merah, dan bawang putih tanpa sertifikat karantina serta tidak melalui jalur resmi.

Amran menegaskan, pelanggaran karantina berisiko menyebarkan penyakit dan hama berbahaya bagi sektor pertanian dan peternakan nasional.

Sementara itu, Wagub Nyanyang menyatakan Pemprov Kepri mendukung penuh upaya pencegahan masuknya komoditas pangan nonprosedural. Pemprov akan segera berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencegah kerugian negara, petani, peternak, serta risiko penyebaran penyakit.***