• Wed, Jul 2026

Pemkab Siak Siapkan Perbaikan Jalan KITB–Sungai Rawa, Perusahaan Sumbang Material

Pemkab Siak Siapkan Perbaikan Jalan KITB–Sungai Rawa, Perusahaan Sumbang Material


SIAK : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Kabupaten Siak menggandeng perusahaan di sekitar Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) untuk mempercepat penanganan Jalan KITB–Sungai Rawa sepanjang 6,4 kilometer. Ruas jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat sekaligus jalur pendukung aktivitas kawasan industri.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Karena keterbatasan anggaran, Pemkab Siak mengajak perusahaan berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan menyediakan material pembangunan.

"Saya tidak diam. Kami terus berjuang mencari solusi agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi, tentu tetap sesuai aturan," kata Afni saat rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama sejumlah perusahaan di Kediaman Bupati Siak, Selasa (28/7/2026).

Afni menjelaskan, berdasarkan perhitungan teknis, penanganan ruas jalan tersebut membutuhkan material senilai sekitar Rp2,3 miliar. Meski melibatkan perusahaan, ia menegaskan tanggung jawab pembangunan tetap berada di pemerintah daerah.

"Pemkab tetap menyiapkan alat berat, bahan bakar, dan kebutuhan operasional lainnya. Kami hanya mengajak perusahaan bergotong royong agar jalan ini bisa segera diperbaiki," ujarnya.

Menurut Afni, keberadaan jalan KITB–Sungai Rawa sangat penting karena menjadi akses masyarakat menuju Teluk Lanus sekaligus mendukung operasional perusahaan di kawasan industri.

Ia juga menegaskan pengembangan infrastruktur menjadi bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan Kawasan Industri Tanjung Buton yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri unggulan di Riau.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Siak, Ardi Irfandi, mengatakan penanganan ruas sepanjang 6,4 kilometer tersebut membutuhkan sekitar 5.044,8 ton material agregat base. Kontribusi perusahaan akan diberikan dalam bentuk material sesuai porsi yang telah disepakati, bukan bantuan dana.

"Kerja sama ini akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang mengatur spesifikasi material, jumlah, serta jadwal pelaksanaannya," kata Ardi.

Salah satu perusahaan yang menyatakan kesiapan mendukung program tersebut adalah PT Eka Sapta Paramita Energi. Perusahaan itu akan menyediakan sekitar 1.552 ton material atau setara 51 truk, serta membuka peluang membantu penyediaan alat berat apabila dibutuhkan.

"Kami siap membantu sesuai kebutuhan, termasuk material dan alat berat," ujar perwakilan PT Eka Sapta Paramita Energi, Phili Stanlee.