BATAM : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Kota Batam mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk membangun Taman Budaya Nyat Kadir. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat kegiatan seni dan budaya sekaligus destinasi wisata baru di Kota Batam.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan pembangunan saat ini masih memasuki tahap perencanaan. Penyusunan Detail Engineering Design (DED) dikoordinasikan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam.
"Saat ini masih tahap perencanaan. Konsultan sedang menyusun DED agar pembangunan benar-benar matang sebelum memasuki tahap konstruksi," kata Ardiwinata, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, konsultan yang ditunjuk melalui proses lelang tengah melakukan kajian teknis terhadap Gedung Beringin yang akan menjadi lokasi pembangunan. Kajian meliputi kondisi bangunan, struktur konstruksi, hingga kebutuhan pengembangan kawasan.
Menurut Ardiwinata, penyusunan DED ditargetkan selesai pada akhir 2026. Setelah itu, proyek akan memasuki tahap pembangunan fisik.
Taman Budaya Nyat Kadir dirancang sebagai pusat pelestarian budaya Melayu, ruang kreativitas pelaku seni dan ekonomi kreatif, serta lokasi penyelenggaraan pertunjukan seni secara rutin.
"Ke depan, taman budaya ini bukan hanya menjadi tempat pertunjukan seni, tetapi juga ruang kolaborasi, pembinaan generasi muda, pelestarian budaya Melayu, dan rumah bersama bagi seluruh paguyuban budaya di Batam," ujarnya.
Pemko Batam juga akan menggandeng pelaku industri pariwisata dan agen perjalanan agar Taman Budaya Nyat Kadir masuk dalam paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan.
Selain panggung pertunjukan seni dalam dan luar ruangan, kawasan tersebut akan menyediakan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, seperti seni rupa, kriya, fesyen, hingga komunitas film untuk menggelar pameran dan berbagai kegiatan kreatif.
Nama Nyat Kadir dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum yang merupakan tokoh Melayu dan pernah menjabat sebagai Wali Kota Batam periode 2001–2005. (Ant/red)