PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mendorong penyelesaian pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Rumbio dengan Pulau Payung, Kabupaten Kampar, yang telah mangkrak selama delapan tahun.
Jembatan tersebut dinilai strategis karena dapat membuka akses masyarakat dari dua kecamatan menuju jalur lintas sekaligus memangkas jarak tempuh warga.
Upaya menghidupkan kembali pembangunan jembatan itu dibahas saat tokoh masyarakat dan tokoh adat Kenegerian Rumbio bertemu dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Ruang Rapat Gubernur Riau, Senin (28/9/2026).
SF Hariyanto mengatakan Pemprov Riau akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mengidentifikasi penyebab terhentinya pembangunan dan mencari solusi agar proyek tersebut dapat dilanjutkan.
“Jembatan ini sudah delapan tahun mangkrak dan masyarakat sangat membutuhkan keberadaannya. Kami akan duduk bersama Pemkab Kampar untuk mencari tahu kendalanya dan mencari jalan keluar agar pembangunan ini bisa diselesaikan,” kata SF Hariyanto.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memiliki manfaat besar bagi masyarakat karena menjadi akses penghubung bagi warga dari dua kecamatan menuju jalan lintas.
Dengan adanya jembatan, masyarakat tidak perlu lagi menempuh jalur yang lebih jauh untuk menuju kawasan tersebut.
“Potensinya cukup besar karena masyarakat dari dua kecamatan akan menggunakan akses ini untuk menuju jalan lintas. Kita tentu mendukung penyelesaiannya demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
SF menegaskan pembangunan yang telah dimulai perlu dilanjutkan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan anggaran yang sudah terserap.
“Kalau tidak diselesaikan tentu kerugiannya akan semakin besar karena sudah ada anggaran yang terserap di sana. Yang paling penting, masyarakat memang sangat membutuhkan jembatan ini,” katanya.
Ia juga menyebut dukungan masyarakat terhadap pembangunan tersebut telah terlihat dari kesediaan warga menghibahkan dan membebaskan lahan untuk kepentingan fasilitas umum.
Sementara itu, Datuk Kampar sekaligus tokoh masyarakat, Munasir Ma'adab, mengatakan kedatangan tokoh masyarakat Rumbio ke Pemprov Riau merupakan upaya menyampaikan langsung aspirasi warga agar pembangunan jembatan kembali dilanjutkan.
Menurutnya, masyarakat sebelumnya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk Bupati Kampar, anggota DPRD Provinsi Riau, serta Dinas PUPR Kabupaten Kampar.
“Kami datang membawa harapan masyarakat Desa Rumbio karena jembatan yang menghubungkan Rumbio dengan Pulau Payung ini sudah mangkrak selama delapan tahun. Banyak masyarakat yang terkendala karena belum tersedianya akses tersebut,” kata Munasir.
Ia mengapresiasi respons Pemprov Riau yang akan berkoordinasi dengan Pemkab Kampar dan mengkaji kembali kondisi pembangunan jembatan, termasuk konstruksi yang telah tersedia.
“Kami bersyukur dan berterima kasih karena Pak Gubernur menyampaikan akan memanggil Bupati Kampar dan mengkaji kembali kondisi jembatan, termasuk apakah tiang yang sudah ada masih layak digunakan,” ujarnya.
Munasir berharap koordinasi Pemprov Riau dan Pemkab Kampar segera menghasilkan langkah konkret sehingga pembangunan jembatan dapat dilanjutkan dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.(mcr)