BATAM – Serantaumedia | DPRD Kota Batam bereaksi keras terhadap kecelakaan kerja yang terus berulang di galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjunguncang, Batuaji. Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, DPRD Batam memastikan akan memanggil manajemen perusahaan dalam rapat dengar pendapat (RDP).
Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung di Kantor DPRD Kota Batam pada Kamis (12/3/26) siang. Agenda utama pertemuan itu adalah membahas secara serius penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Dandis Rajagukguk, mengatakan pihaknya telah menyiapkan agenda pemanggilan terhadap manajemen perusahaan serta instansi terkait. Pemanggilan ini dilakukan untuk meminta penjelasan atas insiden tenggelamnya kapal TB ASL Mega yang menelan korban jiwa.
“Undangannya sudah ada, agendanya juga sudah kami siapkan. Besok siang kami akan gelar RDP di Kantor DPRD Batam,” ujar Dandis, Rabu (11/3/26).
Menurutnya, DPRD Batam perlu memperoleh penjelasan langsung dari pihak perusahaan mengenai kronologi kejadian serta langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan standar keselamatan kerja.
Ia menegaskan bahwa persoalan keselamatan pekerja harus menjadi perhatian serius, terutama di sektor galangan kapal yang memiliki risiko kerja tinggi.
Melalui RDP tersebut, DPRD Batam juga akan mengevaluasi penerapan standar K3 di perusahaan tersebut serta mendorong adanya langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Selain manajemen perusahaan, sejumlah instansi terkait yang memiliki kewenangan dalam pengawasan ketenagakerjaan dan keselamatan kerja juga direncanakan turut dihadirkan dalam rapat tersebut.