• Sun, Mar 2026

Iran Ancam Perluas Konflik, Fasilitas Terkait AS di Timur Tengah Jadi Target

Iran Ancam Perluas Konflik, Fasilitas Terkait AS di Timur Tengah Jadi Target

Serangan rudal dan drone Orang memporak-porandakan wilayah Israil


TEHERAN, SERANTAU MEDIA⁠⁠⁠⁠⁠⁠- Iran pada Sabtu (14/3/2026) mengancam akan memperluas konflik yang tengah berkecamuk di Timur Tengah dengan menargetkan fasilitas di kawasan yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat. 

Ancaman itu muncul setelah Washington membombardir pusat energi utama Iran, sementara,Presiden AS Donald Trump memperkirakan banyak negara akan mengirimkan kapal perang ke kawasan tersebut.

Memasuki pekan ketiga, konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menunjukkan tanda-tanda eskalasi. Iran menegaskan sikap menantangnya setelah pasukan AS menyerang instalasi militer di Pulau Kharg—fasilitas strategis yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak negara tersebut.

Serangan pesawat nirawak juga dilaporkan mengganggu pusat energi di Uni Emirat Arab. Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Baghdad memperingatkan warga Amerika untuk segera meninggalkan Irak di tengah meningkatnya ketegangan keamanan, dikutip dari Japan Today, Minggu (15/3).

Sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, sebagian besar berada di Iran. Perang itu juga memicu gangguan besar terhadap pasokan minyak global, yang kemudian mendorong kenaikan harga energi dunia.

Di Iran, sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas setelah serangan udara menghantam sebuah pabrik lemari es dan pemanas di kota Isfahan, Iran tengah. Informasi tersebut disampaikan kantor berita semi-resmi Fars News Agency pada Sabtu. Militer Israel belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Di kawasan Teluk, beberapa operasi pemuatan minyak di emirat Fujairah, Uni Emirat Arab, dilaporkan dihentikan sementara. Fujairah merupakan salah satu pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di dunia. Rekaman televisi menunjukkan kepulan asap hitam membubung dari area pelabuhan.

Seorang juru bicara militer Iran bahkan menyerukan kepada warga Uni Emirat Arab untuk meninggalkan pelabuhan, dermaga, serta lokasi yang disebut sebagai “tempat persembunyian Amerika”. Teheran menuding pasukan AS melancarkan serangan terhadap pulau-pulau Iran dari wilayah tersebut.

Di Washington, Trump menyatakan Amerika Serikat siap meningkatkan tekanan militer. Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, ia menulis bahwa AS akan “membombardir garis pantai secara besar-besaran” dan terus menembak jatuh kapal-kapal Iran.

Trump sebelumnya mengancam akan menyerang infrastruktur minyak di Pulau Kharg jika Teheran tidak menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Pada Jumat, ia menyatakan bahwa pasukan AS telah “sepenuhnya menghancurkan” target militer di pulau tersebut.

Pernyataan itu diperkuat oleh United States Central Command yang menyebut telah menyerang lebih dari 90 lokasi di Pulau Kharg, termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker rudal, serta sejumlah sasaran militer lainnya.***