• Wed, Oct 2026

Kendalikan Banjir, Pemko Pekanbaru Siapkan Waduk Baru

Kendalikan Banjir, Pemko Pekanbaru Siapkan Waduk Baru

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar di acara Coffee Morning dan evaluasi kinerja para camat di Kantor Kecamatan Sail.


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA — Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan pembangunan waduk baru dengan memanfaatkan lahan cekung untuk menampung limpasan air hujan. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan rencana mengaktifkan kembali Waduk Cipta Karya guna mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, pemerintah kota tengah menjajaki pemanfaatan sejumlah lahan yang berpotensi menjadi daerah tangkapan air (catchment area).

Salah satu lokasi yang dikaji adalah lahan milik Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau seluas sekitar dua hektare. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah diminta memeriksa elevasi lahan untuk memastikan kelayakannya sebagai lokasi penampungan air.

“Pihak UIN sudah menyampaikan ada lahan sekitar dua hektare yang bisa dimanfaatkan untuk waduk. Saya sudah perintahkan Dinas PUPR mengecek apakah elevasinya sesuai atau tidak,” kata Markarius, Rabu (28/10/2026).

Selain itu, Pemko Pekanbaru menjajaki kerja sama dengan Universitas Riau (Unri) untuk mengarahkan aliran air di sekitar Kecamatan Tuah Madani ke lokasi penampungan yang direncanakan. Penjajakan serupa juga dilakukan di Kecamatan Tenayan Raya dan sejumlah wilayah lainnya.

Menurut Markarius, pemilihan lokasi harus mempertimbangkan ketinggian lahan dan arah aliran air agar waduk dapat menampung limpasan dari kawasan sekitar secara optimal.

Pemko juga merencanakan pengaktifan kembali Waduk Cipta Karya. Namun, waduk tersebut belum dapat berfungsi maksimal karena pintu airnya rusak dan roboh sehingga membutuhkan penanganan teknis khusus.

Perencanaan perbaikan telah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2026, sedangkan pelaksanaan fisiknya direncanakan melalui APBD murni 2027. Pemerintah kota menargetkan pekerjaan dapat dimulai pada awal tahun depan.

Markarius menjelaskan, perbaikan pintu air memerlukan perhitungan tenaga ahli, terutama terkait elevasi dan debit air, untuk menentukan ukuran serta kapasitas pintu yang sesuai.

Selain menyiapkan waduk, Pemko Pekanbaru juga memetakan titik rawan banjir dan mengoptimalkan penanganan drainase di tingkat kelurahan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampung air sekaligus mengurangi genangan di kawasan permukiman.(rls/red)