• Thu, Sep 2026

Kolaborasi dengan TNI/Polri-Upika, PT Arara Abadi dan IKPP Turunkan Tim RPK dan Heli Water Bombing Padamkan Api di Lahan Masyarakat

Kolaborasi dengan TNI/Polri-Upika, PT Arara Abadi dan IKPP Turunkan Tim RPK dan Heli Water Bombing Padamkan Api di Lahan Masyarakat


SIAK : SERANTAU MEDIA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di areal masyarakat dan berdekatan dengan SMAN 2 Tualang Perawang, Kabupaten Siak, Riau, berhasil dikendalikan setelah PT Arara Abadi dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) mengerahkan tim pemadam darat serta helikopter water bombing.

Pemadaman dilakukan secara kolaboratif bersama TNI/Polri, BPBD, PT SIR, unsur pimpinan kecamatan (Upika) Tualang, dan masyarakat setempat pada Rabu (9/9/2026).

Lokasi kebakaran berada tepat di sebelah kompleks SMAN 2 Tualang Perawang dan hanya dipisahkan pagar. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena api berpotensi merembet ke kawasan sekolah dan permukiman warga di sekitarnya.

Beruntung, saat kebakaran terjadi para siswa telah selesai mengikuti kegiatan belajar dan meninggalkan sekolah.

Untuk mempercepat penanganan, PT Arara Abadi bersama tim pemadam PT IKPP mengerahkan 29 personel Tim Reaksi Cepat (TRC)/Regu Pemadam Kebakaran (RPK) beserta armada pompa air dari Distrik Rasau Kuning.

Selain pemadaman dari darat, perusahaan juga mengerahkan satu unit helikopter water bombing tipe Kamov dengan registrasi PK-KII. Helikopter tersebut menggunakan water bucket berkapasitas 5.000 liter dan melakukan 23 kali penjatuhan air dalam satu sortie.

Camat Tualang Ari Darmawan mengapresiasi respons cepat perusahaan dan kolaborasi berbagai pihak dalam menangani kebakaran tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Arara Abadi-APP Group atas respons yang sangat cepat serta dukungan sarana dan prasarana yang lengkap. Penanganan dari darat dan udara sangat membantu memadamkan api dengan cepat sehingga tidak meluas ke permukiman warga maupun area sekolah,” kata Mursal.

Ia mengatakan, pemerintah kecamatan bersama unsur Upika, Polsek, dan Koramil Tualang terus mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami terus mengimbau masyarakat pemilik lahan agar tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar karena akan merugikan kita semua,” ujarnya.

Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono juga mengapresiasi penanganan cepat dan sinergi lintas sektor dalam memutus penyebaran api.

“Langkah sigap PT Arara Abadi bersama tim TRC/RPK dan jajaran Upika serta Polsek Tualang terbukti efektif memutus penyebaran api. Koordinasi lintas sektor seperti ini sangat vital untuk menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman karhutla,” kata Teguh.

Menurut Teguh, pihaknya juga akan meminta keterangan dari pemilik lahan yang terbakar. Sosialisasi larangan membakar lahan akan terus dilakukan, terutama di tengah kondisi cuaca panas, kering, dan berangin.

“Jika terjadi kebakaran, penanganannya menjadi sulit, terutama pada kondisi gambut dan ketika sumber air untuk pemadaman terbatas,” ujarnya.

Teguh menegaskan, pembakaran lahan merupakan perbuatan melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Pimpinan Fire Operational Management (FOM) PT Arara Abadi-APP Group Richard Sudinardo mengatakan perusahaan langsung mengerahkan personel setelah menerima informasi dan permintaan bantuan dari jajaran Upika Tualang.

“Fokus utama kami adalah keselamatan masyarakat, fasilitas pendidikan, serta perlindungan aset lingkungan. Kesiapsiagaan personel RPK dan kelengkapan armada pemadam, termasuk helikopter water bombing, merupakan bentuk komitmen kami dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla secara cepat dan terpadu,” kata Richard, didampingi Forest Protection Distrik Rasau Kuning Aep Mahmuddin.

Setelah dilakukan pemadaman secara terpadu dari darat dan udara, api berhasil dikendalikan. Kondisi di sekitar SMAN 2 Tualang Perawang dilaporkan aman dan kondusif.

PT Arara Abadi sebagai unit usaha pemasok bahan baku kayu bagi APP Group yang beroperasi di Riau menyatakan menerapkan kebijakan tanpa bakar atau no burn policy. Upaya tersebut dilakukan melalui pencegahan dan penanggulangan karhutla secara terpadu, antara lain edukasi masyarakat, patroli, serta kesiapsiagaan tim pemadam darat dan udara.***