• Mon, Jan 2026

Layanan Kesehatan Kepri Siaga 24 Jam Selama Libur Nataru

Layanan Kesehatan Kepri Siaga 24 Jam Selama Libur Nataru

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri


TANJUNGPINANG, SERANTAU MEDIA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau menjamin akses pelayanan medis tetap beroperasi selama 24 jam penuh sepanjang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan kesehatan kapan pun dibutuhkan selama periode perayaan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri, mengatakan sejumlah posko terpadu telah disiagakan di berbagai lokasi strategis, mulai dari area pelabuhan hingga titik keramaian di pinggir jalan seluruh kabupaten/kota. 

"Kami telah menyebar titik pelayanan di pusat-pusat mobilitas warga guna mempercepat respons medis jika diperlukan," kata Mohammad Bisri, Kamis (25/12/2025).
 
Pihak Dinkes terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk mematangkan pemetaan puluhan posko yang tersebar di wilayah Kepulauan Riau. Bisri menjelaskan bahwa jumlah pos tersebut bervariasi di tiap daerah, seperti 16 pos di Batam hingga 11 titik di Lingga, guna menyesuaikan dengan tingkat kepadatan aktivitas lokal.

"Sejumlah Pos itu bervariasi disetiap daerah di Kepri, " ujarnya. 

Setiap posko akan diperkuat oleh empat tenaga medis, termasuk pengemudi ambulans, yang diambil dari puskesmas terdekat di wilayah tersebut. "Tim ini kami siagakan penuh untuk menangani situasi darurat, terutama sebagai langkah antisipasi jika terjadi kecelakaan lalu lintas," ucapnya. 

Terkait operasional rumah sakit, manajemen diminta mengatur jadwal shift pegawai dengan cermat agar tidak ada kekosongan pelayanan meski sebagian staf mengambil cuti. 

Bisri menegaskan bahwa kehadiran petugas di fasilitas kesehatan adalah hal mutlak yang tidak boleh terganggu oleh momentum libur panjang.

Seluruh unit perawatan juga diinstruksikan untuk selalu memantau ketersediaan ruang inap agar daya tampung pasien tetap berada pada level yang aman. 

"Antisipasi terhadap lonjakan pasien di ruang gawat darurat harus diprioritaskan agar semua warga tetap tertangani dengan baik," katanya.(RRI/red)