PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kota Pekanbaru membuka Seminar Green Cities Mayors Council (GCMC) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-9 di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (5/8). Forum ini menjadi ajang memperkuat kolaborasi regional dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan konsep green city yang diusung dalam seminar tersebut sejalan dengan visi Pekanbaru Lestari. Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus diiringi komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
"Green city sama dengan Pekanbaru Lestari. Kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tentang pembangunan gedung, tetapi juga menjaga alam karena itu adalah investasi bagi masa depan generasi mendatang," kata Agung.
Ia mengajak seluruh pihak menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan di tengah semakin berkurangnya kawasan alami akibat alih fungsi lahan.
Seminar GCMC IMT-GT ke-9, lanjut Agung, juga menjadi wadah bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk bertukar pengalaman serta berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi dari negara anggota IMT-GT yang hadir. Ia menegaskan kerja sama lintas negara diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang dampaknya tidak mengenal batas wilayah.
"Indonesia, Malaysia, dan Thailand berada dalam satu kawasan yang saling terhubung. Persoalan lingkungan di satu wilayah akan berdampak pada wilayah lainnya sehingga dibutuhkan kolaborasi yang kuat," ujar SF Hariyanto.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat berbagai program pengendalian perubahan iklim, di antaranya penurunan emisi gas rumah kaca, pengelolaan sampah menjadi energi listrik, pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui operasi darat, udara, modifikasi cuaca, serta pelibatan masyarakat.
Selain itu, Pemprov Riau juga tengah menyiapkan perdagangan karbon melalui program Green for Riau dengan memperkuat tata kelola pengukuran dan penurunan emisi. Program tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat yang berperan dalam menjaga kelestarian hutan gambut.
SF Hariyanto berharap Seminar GCMC IMT-GT ke-9 menghasilkan komitmen bersama dalam mendorong pembangunan rendah karbon dan memperkuat kerja sama Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam menjaga kelestarian lingkungan. (MCR)