• Thu, Aug 2026

SPPG se-Kota Pekanbaru Dibekali Pengelolaan Air Limbah dan Sampah Domestik

SPPG se-Kota Pekanbaru Dibekali Pengelolaan Air Limbah dan Sampah Domestik


PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Kalangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Pekanbaru mengikuti Workshop Pengelolaan Air Limbah dan Sampah Domestik, Kamis (13/8/2026) di aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penerapan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih tertib, khususnya dalam menangani air limbah dan sampah yang dihasilkan dari aktivitas operasional SPPG.

Ketua Panitia, Agussalim, S.Sos, mengatakan workshop tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada kalangan SPPG mengenai pentingnya pengelolaan air limbah dan sampah domestik yang sesuai dengan prinsip kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, aktivitas pelayanan pemenuhan gizi menghasilkan sejumlah jenis sampah dan limbah yang perlu dikelola dengan baik. Karena itu, diperlukan peningkatan pengetahuan serta kesadaran para pengelola agar limbah yang dihasilkan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

“Melalui workshop ini, kami berharap seluruh peserta dapat menambah wawasan dan memahami pentingnya pengelolaan air limbah serta sampah domestik secara tepat. Pengetahuan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan operasional masing-masing SPPG,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLHK Pekanbaru itu. 

Ia mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja dan pelayanan yang bersih, sehat, serta ramah lingkungan.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut.

Menurutnya, persoalan pengelolaan sampah dan air limbah membutuhkan perhatian bersama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pihak yang menjalankan aktivitas dan menghasilkan sampah maupun limbah.

“Seiring meningkatnya aktivitas pelayanan, maka kesadaran dan kemampuan dalam mengelola limbah juga harus terus ditingkatkan,” katanya.

Ingot berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi dapat memberikan dampak nyata melalui penerapan pengelolaan limbah yang baik di setiap SPPG.

Workshop Pengelolaan Air Limbah dan Sampah Domestik ini sekaligus diharapkan memperkuat komitmen antara pemerintah daerah dan pengelola SPPG dalam mewujudkan pelayanan pemenuhan gizi yang tidak hanya memperhatikan aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.***