• Mon, Jul 2026

Sumbang 26,5 Persen Tambahan Investasi Nasional, Investasi Triwulan I 2026 di Batam Tembus Rp17,48 Triliun

Sumbang 26,5 Persen Tambahan Investasi Nasional, Investasi Triwulan I 2026 di Batam Tembus Rp17,48 Triliun


BATAM : SERANTAU MEDIA – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi di Batam mencapai Rp17,48 triliun pada triwulan I 2026 atau meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menyumbang Rp8,86 triliun atau 26,5 persen dari total tambahan investasi nasional sebesar Rp33,5 triliun.

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan kontribusi tersebut menunjukkan kebijakan pelonggaran regulasi dan berbagai stimulus investasi yang diterapkan di Batam mulai membuahkan hasil.

"Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia," kata Fary dalam keterangan resmi, Minggu (5/7).

Menurutnya, BP Batam akan mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek strategis di sektor manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), energi, logistik, serta industri hilir bernilai tambah.

"Kami optimistis Batam akan terus menjadi destinasi investasi paling kompetitif di Indonesia sekaligus memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi Asia Tenggara," ujarnya, seperti dikutip dari Kompas.

Secara nasional, realisasi investasi pada triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan peningkatan investasi tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap Batam sebagai kawasan investasi strategis.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan peningkatan investasi harus diimbangi dengan pelayanan yang lebih cepat dan berkualitas kepada investor.

"Pelayanan publik yang semakin cepat, kolaborasi lintas instansi yang semakin kuat, serta penyelesaian berbagai hambatan investasi secara cepat dan terukur menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor," katanya.

Li Claudia menambahkan, arus investasi yang terus meningkat diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Batam yang lebih inklusif. 

Besarnya kontribusi Batam terhadap tambahan investasi nasional juga semakin memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan regional.***