Table of contents [Show]
- KEPRI : SERANTAU MEDIA – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, memastikan stok pangan utama di Kepri, khususnya beras dan minyak goreng MinyaKita, aman hingga Ramadan dan Idulfitri 2026.
- Kepastian tersebut disampaikan usai peninjauan gudang Perum Bulog Cabang Batam di Batu Ampar, Senin (2/3/2026).
- Saat ini, stok beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Gudang Bulog Batu Ampar mencapai 3.200 ton, sedangkan beras premium 3.500 ton. Untuk minyak goreng MinyaKita tersedia 60.000 liter. Jumlah tersebut dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat Batam hingga Lebaran.
- Wagub mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok.
- Untuk Kabupaten Karimun, stok beras tersedia 103 ton dan akan ditambah 500 ton kiriman dari Tanjungpinang guna memenuhi kebutuhan hingga bulan depan.
- Nyanyang menegaskan, sesuai kebijakan pemerintah terbaru, penyaluran beras kini dipusatkan melalui Bulog, baik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, SPHP, cadangan beras pemerintah, maupun kebutuhan komersial. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan pasokan, sekaligus memastikan beras berasal dari panen petani lokal. Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP ditetapkan Rp13.100 per kilogram dan beras premium Rp15.100 per kilogram.
- Sementara itu, Pemprov Kepri melalui Dinas KP2KH menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangkaian Kurma 2026 di kawasan Gurindam Dua Belas, Tanjungpinang. Program ini menyediakan beras, MinyaKita, tepung, telur, gula, ayam potong hingga daging sapi dengan harga di bawah pasar untuk membantu masyarakat selama Ramadan.
- Kepala Bulog Batam, Guido XL Pereira, menambahkan stok beras dan MinyaKita di Batam diperkirakan cukup hingga empat bulan ke depan. Pada Januari 2026, Bulog Batam telah menyalurkan 282 ton beras SPHP dan akan terus meningkatkan distribusi sesuai kebutuhan pasar. (HMS/red)