PEKANBARU : SERANTAU MEDIA – Sebanyak 183 surveyor dari Provinsi Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) mengikuti pembekalan untuk melakukan survei calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengingatkan para surveyor agar menjunjung tinggi integritas dan melakukan penilaian secara objektif.
Pembekalan berlangsung pada 26–30 Oktober 2026 di Hotel Bono, Pekanbaru. Para surveyor dijadwalkan turun ke lapangan pada awal November untuk mengumpulkan data calon lokasi KNMP.
Tim Direktorat PPN KKP RI yang menangani pembangunan KNMP, Ruyanto, menegaskan bahwa integritas menjadi landasan utama dalam pelaksanaan survei. Para surveyor diminta bekerja secara profesional tanpa dipengaruhi intervensi atau kepentingan tertentu.
“Surveyor harus melakukan penilaian seobjektif mungkin dan profesional tanpa tendensi apa pun,” kata Ruyanto, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan surveyor akan menjadi bahan pertimbangan untuk melanjutkan program KNMP pada 2027. Karena itu, data harus dihimpun secara lengkap dan terperinci sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.
Ruyanto mengapresiasi antusiasme peserta selama pembekalan. Ia berharap para surveyor siap menjalankan tugas di titik-titik calon lokasi KNMP setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Komitmen menjaga integritas juga disampaikan surveyor calon lokasi KNMP di Kepri, Indah Kartika. Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang itu menyatakan akan menjalankan survei secara profesional dan menghindari gratifikasi.
“Saya berkomitmen menjauhi gratifikasi dalam bentuk apa pun serta menjalankan survei sesuai kondisi sebenarnya dan instrumen penilaian,” ujarnya.
Sementara itu, trainer program KNMP KKP RI, Yapisman, mengatakan pembekalan bertujuan mematangkan kesiapan teknis, memperkuat pemahaman metodologi, serta menyamakan persepsi para surveyor sebelum terjun ke masyarakat pesisir.
“Pembekalan ini untuk memastikan para surveyor memahami tugas dan tanggung jawabnya. Awal November mereka sudah diturunkan ke lokasi,” kata Yapisman.
Ia menyebutkan, pembekalan surveyor calon lokasi KNMP dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Program KNMP yang digagas Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan hingga 4.000 titik di seluruh Indonesia sampai 2029. Setiap kawasan direncanakan dilengkapi fasilitas pendukung, antara lain dermaga atau pelabuhan, tempat pelelangan ikan (TPI), gudang pendingin (cold storage), pabrik es, bengkel kapal, stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), perumahan nelayan, serta Koperasi Nelayan Merah Putih.***