• Wed, Sep 2026

Cegah TPPO, Imigrasi Dumai Bentuk Desa Binaan di Pelintung

Cegah TPPO, Imigrasi Dumai Bentuk Desa Binaan di Pelintung

Perkuat pelayanan Keimigrasian, Kelurahan Pelintung Dumai ditetapkan Desa Binaan Imigrasi. (Foto : Humas Imigrasi)


DUMAI : SERANTAU MEDIA – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai membentuk Desa Binaan Imigrasi di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, untuk memperkuat pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia.

Pembentukan desa binaan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai dan Pemerintah Kota Dumai di Aula Kantor Imigrasi Dumai, Rabu (23/9/2026).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai Ruhiyat M Tolib mengatakan Pelintung dipilih karena memiliki sejumlah kawasan pesisir yang dinilai rawan menjadi jalur keluar-masuk orang secara ilegal.

Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam mendeteksi sejak dini potensi pelanggaran keimigrasian maupun aktivitas mencurigakan.

“Desa binaan ini merupakan bentuk kehadiran Imigrasi di tengah masyarakat. Kami ingin membangun kolaborasi, sehingga RT, kelurahan, dan masyarakat dapat menjadi mata dan telinga dalam memberikan informasi apabila ditemukan potensi pelanggaran keimigrasian,” kata Ruhiyat.

Melalui program tersebut, pemerintah kelurahan, RT, dan masyarakat didorong aktif melakukan pemantauan serta segera berkoordinasi dengan aparat berwenang jika menemukan aktivitas atau keberadaan orang yang mencurigakan.

Ruhiyat menegaskan, Desa Binaan Imigrasi tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat.

Ia menyebut tingginya aktivitas pelabuhan dan posisi Dumai sebagai kawasan industri membuat mobilitas kru kapal cukup tinggi. Dalam setahun, Imigrasi Dumai melayani lebih dari 26 ribu kru kapal, baik warga negara asing maupun warga negara Indonesia.

“Dengan pengawasan dan pelayanan keimigrasian yang baik, kami berharap aktivitas mereka selama berada di Dumai juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk mendorong transaksi dan pergerakan UMKM,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto mengapresiasi pembentukan Desa Binaan Imigrasi tersebut. Menurutnya, langkah preventif dan mitigasi berbasis masyarakat diperlukan untuk mencegah TPPO dan penyelundupan manusia, terutama di wilayah yang memiliki potensi kerawanan.

“Pemerintah Kota Dumai mengapresiasi langkah preventif dan mitigasi yang dilakukan Imigrasi. Kami berharap Desa Binaan Imigrasi ini menjadi solusi nyata dalam mencegah TPPO dan penyelundupan manusia, khususnya di Kelurahan Pelintung,” kata Sugiyarto.(ant/red)