• Tue, Apr 2026

Disnaker Batam Perkuat Kemitraan Industri, Percepat Penempatan Tenaga Kerja

Disnaker Batam Perkuat Kemitraan Industri, Percepat Penempatan Tenaga Kerja

Wali Kota Batam Amsakar Achmad (tengah depan) dan Kepala Disnaker Batam Yudi Suprapto (kedua dari kiri) bersama pekerja industri Kota Batam, Kepri. (Foto -Disnaker Batam)


BATAM, SERANTAU MEDIA – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau, memperkuat kemitraan dengan sektor industri untuk mempercepat penempatan dan pencocokan tenaga kerja (job matching).

Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, mengatakan tantangan utama saat ini bukan hanya tingginya jumlah pencari kerja, tetapi juga keterbatasan lowongan yang tercatat serta kecepatan proses penempatan.

“Saat ini tantangan kita bukan hanya jumlah pencari kerja, tapi keterbatasan lowongan yang tercatat dan kecepatan matching,” ujarnya di Batam, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan, strategi ke depan difokuskan pada penguatan kerja sama dengan perusahaan, optimalisasi pencatatan lowongan, serta penegakan aturan bagi perusahaan yang tidak melapor sesuai Perpres Nomor 57 Tahun 2023.

Selain itu, percepatan penempatan tenaga kerja dilakukan melalui sistem yang lebih responsif dan berbasis kebutuhan industri.
Sektor manufaktur masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Batam dan menjadi prioritas dalam upaya penempatan.

Disnaker Batam juga menerapkan strategi jemput bola dengan mengunjungi perusahaan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan.

“Kami melakukan kunjungan langsung ke perusahaan untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja sekaligus mempercepat proses penempatan,” kata Yudi seperti dikutip dari antara.

Untuk mendukung hal tersebut, Disnaker mengembangkan basis data pencari kerja berbasis keahlian, meliputi keterampilan, minat, dan pengalaman kerja.

Database tersebut mencakup berbagai bidang seperti akuntansi, administrasi, hingga teknisi guna mempermudah pencocokan dengan kebutuhan industri.

Komunikasi dengan perusahaan juga diperkuat melalui berbagai kanal cepat, termasuk grup HRD dan penyebaran informasi lowongan secara langsung kepada kandidat yang relevan.

Selain itu, Disnaker Batam menjalin kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja, termasuk penguasaan bahasa asing bagi pelajar SMA dan SMK agar mampu bersaing di tingkat global.

Hingga akhir Maret 2026, jumlah pencari kerja tercatat sebanyak 6.163 orang ber-KTP Batam dan 2.474 non-KTP Batam.

Sementara pada periode 1 April hingga saat ini, tercatat 1.183 pencari kerja, dengan 570 lowongan tersedia dan 554 tenaga kerja telah ditempatkan.

Disnaker Batam optimistis berbagai strategi tersebut dapat meningkatkan jumlah lowongan yang tercatat sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja di daerah itu.***