BINTAN : SERANTAU MEDIA – Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar Job Fair Bintan 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Jumat (12/6). Kegiatan tersebut menghadirkan 1.309 lowongan pekerjaan dari 12 perusahaan yang beroperasi di Bintan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, mengatakan jumlah lowongan kerja yang tersedia tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 922 posisi.
“Job Fair tahun ini menyediakan 1.309 lowongan pekerjaan dari 12 perusahaan. Ini menunjukkan iklim investasi di Bintan terus berkembang dan berdampak pada terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat,” kata Ronny saat membuka kegiatan tersebut.
Selain menyediakan ribuan lowongan kerja, pemerintah juga menghadirkan Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan sebagai upaya memberikan kesempatan kerja yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ronny menyebut, Job Fair menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperluas akses kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Ia juga memaparkan kondisi ketenagakerjaan di Bintan yang menunjukkan tren positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 5,43 persen pada 2023 menjadi 4,53 persen pada 2024.
Sementara itu, jumlah penempatan tenaga kerja meningkat signifikan dari 1.507 orang pada 2024 menjadi 3.673 orang sepanjang 2025.
Ronny mengimbau para pencari kerja untuk terus meningkatkan kompetensi, keterampilan digital, dan kemampuan berbahasa asing agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bintan diharapkan tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan industri.
“Kami akan terus memperkuat program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan memperluas kerja sama dengan dunia industri untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Kepala Administrator KEK Galang Batang, Vita Budhi Sulistyo, mengatakan Job Fair Bintan 2026 menjadi wadah yang mempertemukan kebutuhan industri dengan tenaga kerja lokal yang kompeten.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
“KEK Galang Batang akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri yang inklusif dan berkelanjutan sehingga investasi yang masuk dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Vita.
Ratusan pencari kerja memadati lokasi kegiatan untuk melamar pekerjaan di berbagai perusahaan peserta. Salah satunya Dimaz (20), lulusan SMK jurusan listrik, yang melamar posisi teknisi listrik di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).
“Mudah-mudahan diterima karena sesuai dengan bidang yang saya pelajari,” ujarnya seperti dikutip dari Antara. (Ant/red)