BINTAN : SERANTAU MEDIA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), berupaya meningkatkan layanan listrik di Pulau Mapur dari 14 jam menjadi 24 jam sehari. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kijang.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan, peningkatan durasi pelayanan listrik akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal, layanan ditargetkan meningkat dari 14 jam menjadi 18 jam sehari sebelum akhirnya bisa menyala penuh selama 24 jam.
"Saat ini pelayanan listrik di Pulau Mapur sekitar 14 jam sehari. Kita upayakan secara bertahap hingga masyarakat bisa menikmati listrik 24 jam," kata Roby saat meninjau fasilitas kelistrikan di Pulau Mapur, Kamis.
Dalam kunjungan tersebut, Roby bersama pihak PLN Kijang meninjau mesin pembangkit yang saat ini beroperasi. Mereka juga mengecek mesin pembangkit lama milik desa yang sudah tidak digunakan.
Pemkab Bintan bersama PLN turut mengkaji kemungkinan memperbaiki dan mengoperasikan kembali mesin pembangkit milik desa tersebut. Opsi ini diharapkan dapat menjadi alternatif untuk menambah durasi pasokan listrik bagi masyarakat.
Menurut Roby, peningkatan layanan listrik harus memperhatikan kesiapan teknis dan kondisi mesin pembangkit, serta membutuhkan koordinasi dengan pihak terkait.
Ia menegaskan, ketersediaan listrik yang memadai sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pendidikan hingga pengembangan usaha dan perekonomian warga.
Melalui peninjauan langsung dan koordinasi dengan PLN, Pemkab Bintan berharap optimalisasi fasilitas pembangkit dapat meningkatkan kualitas layanan listrik bagi sekitar 856 jiwa penduduk Pulau Mapur.
"Ini bagian dari upaya mendorong pemerataan pelayanan dasar, khususnya listrik bagi masyarakat di wilayah pesisir Bintan," ujar Roby. (Ant/red)