• Wed, Oct 2026

Pemprov Kepri Bangun Dua Ruas Jalan Senilai Rp30 Miliar dari Dana APBN

Pemprov Kepri Bangun Dua Ruas Jalan Senilai Rp30 Miliar dari Dana APBN

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri Rodi Yantari


TANJUNGPINANG : SERANTAU MEDIA  – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mendapat anggaran sekitar Rp30 miliar dari APBN untuk membangun dan meningkatkan dua ruas jalan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri Rodi Yantari mengatakan, dua proyek tersebut meliputi pembangunan lanjutan Jalan Gurindam 12 di Kota Tanjungpinang dan peningkatan Jalan Tembeling di Kabupaten Bintan.

“Saat ini sedang dalam proses lelang. Pembangunannya ditargetkan rampung dua bulan,” kata Rodi di Tanjungpinang, Senin (19/10).

Rodi menjelaskan, pembangunan lanjutan Jalan Gurindam 12 mencakup sisi kedua, mulai dari kawasan Tugu Sirih hingga depan Markas Komando Armada I (Koarmada) di Tanjungpinang.

Ruas tersebut menjadi prioritas karena berada di kawasan wisata dan rekreasi masyarakat. Penataan jalan itu juga diharapkan memperindah wajah ibu kota Provinsi Kepri.

Sementara itu, peningkatan Jalan Tembeling di Bintan dilakukan untuk mendukung akses menuju kawasan industri PT Japfa yang bergerak di sektor peternakan dan perunggasan.

Menurut Rodi, program IJD merupakan kebijakan strategis nasional yang memungkinkan pemerintah pusat membantu pembangunan dan perbaikan jalan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota melalui APBN.

Program tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung produktivitas ekonomi daerah melalui kelancaran mobilitas orang dan barang.

Ia menyebutkan, pada 2024 Kepri mendapat dukungan anggaran IJD sebesar Rp532 miliar untuk membangun dan memperbaiki 14 ruas jalan sepanjang 76 kilometer yang tersebar di enam kabupaten/kota.

Rodi mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui program tersebut. Menurut dia, perbaikan infrastruktur jalan berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi karena memperlancar konektivitas dan distribusi barang antarwilayah.(ant/red)